Menyiasati Risiko lewat Asuransi



Risiko tidak hanya terjadi pada investasi. Lihat bencana banjir kini, membuat banyak kalangan sengsara, dari yang kehilangan harta benda bahkan nyawa. Apa mau dikata, banjir toh sudah terjadi. Namun, risiko termasuk risiko banjir – bukannya tidak biasa disiasati. Paling tidak, risiko tersebut bisa dialihkan ke pihak lain. Dus, Jangan heran, jika ada beberapa kalangan yang kendati kehilangan harta benda, mulai dari mobil sampai perabotan rumah, tampak tenang -tenang saja. Kalangan tersebut boleh jadi sudah memindahkan risikonya kepada perusahaan asuransi. Jadi, perusahaan asuransi-lah yang akan menanggung risiko yang dialami kalangan tadi.

Program asuransi sebenarnya bukan hal baru. Berbagai kalangan memahami, asuransi sebagai lembaga keuangan pengelola risiko memang diperlukan keberadaannya. Tetapi, kesadaran untuk mengikuti program asuransi belum dimiliki semua orang. Biasanya, setelah “kena batunya” baru orang sadar asuransi itu penting. Begitupun, tidak ada kata terlambat. Dus, agar risiko yang sama tidak perlu terulang lagi, atau tidak perlu Anda tanggung sendiri ada baiknya mempertimbangkan untuk mengikuti program asuransi.

Dengan mengikuti program asuransi berarti Anda telah mengalihkan risiko kepada pihak lain. Untuk risiko yang dialihkan itu Anda mesti membayar premi yang besarnya bergantung pada risiko yang dialihkan dan manfaaat yang inginkan diperoleh. Dalam prektiknya, asuransi bermacam-macam jenisnya. tetapi, dalam tulisan ini hanya dibahas tiga jenis asuransi, yakni asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. kemudian, aspek apa saja yang mesti diperhatikan dalam memilih suatu program asuransi.

ASURANSI KESEHATAN
SEBELUM menentukan asuransi apa yang akan dipilih, langkah pertama yang seyogia-nya dilakukan adalah menentukan kebutuhan. Dari ketiga jenis asuransi diatas, tentukan tingkat preferensinya sesuai kondisi Anda. Secara umum, di negara-negara maju prioritas pertama adalah mengikuti asuransi kesehatan. Alasannya, karena bila Anda sakit, biaya yang dikeluarkan bisa saja tidak sedikit. Kalaupun saja Anda bekerja pada suatu perusahaan dan perusahaan tersebut memberikan fasilitas biaya kesehatan, nilainya mungkin saja tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. Apalagi bila anda memiliki gaya hidup tertentu. Jika Anda mengalami rawat inap, misalnya, mungkin Anda ingin dirawat dengan fasilitas kelas satu, padahal fasilitas yang diberikan perusahaan hanya fasilitas kelas dua. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengikuti program asuransi kesehatan yang manfaatnya disesuaikan kebutuhan Anda.

Dalam realitasnya, cukup banyak kalangan yang sama sekali tidak memiliki fasilitas kesehatan apa pun. Jadi bila sakit, semua biaya mesti ditanggung sendiri. Bagi kalangan seperti ini, tentu saja asuransi kesehatan seyogianya merupakan hal mutlak, sebab tidak ada yang tahu kapan risiko sakit datang meskipun Anda menjaga kesehatan dengan baik. Oleh karena itu, asuransi kesehatan bisa dipertimbangkan untuk dimiliki.

Pertanyaannya, asuransi kesehatan seperti apa yang layak dipilih? saat ini, selain penawaran langsung dari perusahaan asuransi kesehatan, cukup banyak asuransi kesehatan yang ditawarkan melalui penyelengara kartu kredit (issuer). Jadi, kepada card holder ditawarkan “benefit” dari asuransi kesehatan dan preminya langsug dibebankan kepada pemegang kartu melalui kartu kreditnya.

Tidak ada yang salah dengan pola penawaran seperti itu, namun Anda mesti mencermati keuntungan apa yan gdiberikan perusahaan asuransi. Kemudian, apakah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan penerbit kartu kredit tersebut cukup bonafid dan telah memiliki pengalaman. Jangan sampai, ketika Anda sakit dan mengajukan klaim, ternyata prosesnya malah lebih sulit.

Jadi, untuk memilih perusahaan asuransi kesehatan, paling tidak ada dua hal yang mesti di perhatikan, yakni bonafiditas dan track recordnya, kemudian keuntungan ditawarkan dibandingkan dengan premi yang dibebankan kepada Anda. Selain itu, Anda juga mesti memperhatikan rumah sakit yang bekerja dengan perusahaan asuransi kesehatan itu. Semakin banyak rumah sakit yang bekerja sama, semakin bonafid-lah perusahaan asuransi tersebut. Percuma Anda memiliki asuransi kesehatan bila ternyata rumah sakti di dekat rumah Anda – sebgai misal – tidak memiliki kerja sama dengan asuransi kesehatan yang Anda miliki.

ASURANSI JIWA
Lalu bagaimana dengan asuransi jiwa? Asuransi yang satu ini pada dasarnya sudah cukup tua, tetapi belum semua orang memandang perlu mengikuti asuransi jiwa. Alasannya mcam-macam. Mulai yang obyektif karena pertimbangan keuangan, sampai alasan subyektif yang berlatar paradigma berpikir. Terlepas dari , asuransi jiwa paling layak dimiliki orang usia produktif yang berkeluarga, sebab bila usia Anda tidak panjang sementara keluarga masih membutuhkan topangan keuangan, tentunya akan kerepotan memenuhinya. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk juga memiliki asuransi jiwa.

Bagaimana memilih asuransi jiwa yang sesuai dengan usia, kondisi keuangan, dan juga tujuan memiliki asuransi jiwa? Jika uang Anda terbatas untuk membayar premi, pilihan paling relevan adalah memilih asuransi jiwa yang murni proteksi. Selain preminya murah, uang pertanggungan, sebagai manfaat yang akan dinikmati ahli waris, bisa cukup besar. Asuransi jiwa yang murni proteksi sebaiknya Anda ambil untuk jenis seumur hidup. Jadi benar-benar dimaksudkan sebagai “warisan” bagi keluarga Anda.

Jika kondisi keuangan Anda cukup baik, bisa dipertimbangkan untuk mengambil asuransi jiwa plus investasi. Asuransi jiwa yang satu ini bisa Anda nikmati sendiri, bila sampai batas waktu yang diperjanjikan ternyata usia Anda masih cukup panjang. Misalnya, saat ini usia Anda 30 tahun, Anda bisa saja membeli asuransi jiwa berjangka waktu 20 tahun. Jika Anda berumur panjang, maka pada usia 50 tahun, Anda akan menikmati premi yang sudah disetorkan plus pengembangannya melalui investasi. Tetapi, bila Tuhan menentukan lain dan usia Anda tidak cukup maka ahli waris Anda tetap terjamin keuangannya.

Dalam hal memilih perusahaan asuransi jiwa, kriterianya tidak berbeda jauh dari memilih perusahaan asuransi kesehatan. Anda mesti mencermati bonafiditas, track record, dan premi yang dibebankan kepada Anda. Sementara, bila asuransi yang akan Anda beli adalah asuransi plus investasi , tentu kriterianya lebih banyak lagi, termasuk berapa persen uang premi Anda akan memperoleh pengembalian dalam kurun masa Anda menjadi peserta asuransi itu. Ketiga faktor tersebut sebaiknya Anda bandingkan dalam menyeleksi perusahaan asuransi.

ASURANSI KERUGIAN
Berikutnya adalah asuransi kerugian. Asuransi jenis inilah yang ketika banjir melanda Jakarta dan beberapa kota di pulau jawa belakangan ini, telah “menolong” berbagai kalangan untuk tidak jatuh miskin. Kendaraan yang kena banjir dan mengalami kerusakan ataupun rumah berikut isinya, jika diasuransikan dapat diklaim kepada perusahaan asuransi.

Akan tetapi, ada juga pemilik asuransi kerugian yang ternyata bisa melakukan klaim kepada perusahaan asuransi karena liputan penutupan kerugian asuransi yang dimilikinya terbatas dan tidak termasuk kerugian yang disebabkan banjir. Oleh karena itu, hal utama yang mesti Anda cermati tatkala memilih asuransi kerugian adalah aspek apa saja yang ditutup perusahaan tersebut. Anda mesti jeli mencermati semua itu, sebab kebanyakan perusahaan asuransi tidak begitu saja mau menjelaskan kepada Anda.

Simpulannya, risiko bukan tidak bisa disiasati. Salah satunya adalah dengan mengalihkan risiko tersebut kepada perusahaan. Jika kondisi keuangan Anda cukup baik, bisa dipertimbangkan untuk paling tidak memiliki tiga polis asuransi, yaitu asuransi kesehatan, jiwa dankerugian. Tetapi, jika keadaan keuangan Anda relatif terbatas, tentukan pilihan sesuai kebutuhan Anda. Kemudian, dalam memilih perusahaan asuransi, pertimbangkan faktor paling mendasar, seperti bonafiditas perusahaan dan premi yang menjadi beban Anda.

Advertisements