Cara Menyeimbangkan Keluarga dan Karier

 

Anda ditegur atasan karena terlalu memikirkan rumah, atau anda diomelin keluarga karena terlalu sibuk kerja? Bagaimana jalan keluarnya? Simak ide-ide berikut:

1. Jelaskan kepada seluruh keluarga. Jelaskan bahwa urusan keluarga dan urusan kerja bagi Anda sama pentingnya. Tawarkan penyelesaian seperti apa yang bisa Anda lakukan agar kepentingan keluarga dan kantor tak terabaikan. Minta seluruh anggota keluarga untuk memberikan ide.

2. Sisihkan waktu untuk keluarga setiap minggu dan tulis besar-besar dalam jadwal Anda. Jangan mengingkari janji atau selalu menunda-nunda waktu untuk keluarga dengan alasan pekerjaan.

3. Buang jadwal kerja yang tak perlu. Ini namanya membuang-buang waktu. Kalau memang bisa diselesaikan sekarang, jangan menunda pekerjaan hingga esok. Intinya, efisiensi sehingga Anda masih punya banyak waktu untuk keluarga ketimbang mengurusi pekerjaan kantor yang tak perlu.

4. Jika Anda terpaksa harus lembur segera cari jalan keluar agar hal seperti ini tak terulang. Misalnya dengan meminta staf Anda lebih piawai mengelola waktu sehingga tak perlu lembur.

5. Kembangkan aktivitas bersama keluarga. Berkumpul bersama memang penting, tetapi Anda juga harus menghitung betul apa yang Anda peroleh dari berkumpul itu. Tentu tak ada gunanya jika Anda berkumpul, sedangkan anggota keluarga lain sibuk melakukan aktivitas masing-masing. Misalnya, berkemah atau memasak bersama.

6. Pada akhir minggu, tanyakan kepada suami / istri dan anak-anak “Apa yang membuat mereka bangga dan senang hari ini?” dan “Apa yang kalian ingin lakukan bersama keluarga?” Dengan pertanyaan ini, setiap anggota keluarga akan punya kesempatan untuk mengeluarkan unek-unek mereka.

Advertisements