Autocilin Ikhlas Syariah membuat peserta menjadi ekonomis

Salah satu produk unggulan Adira Syariah, yakni Autocilin Ikhlas. Autocilin Ikhlas merupakan perlindungan kendaraan roda empat anda dari segala kerusakan serta kehilangan yang terjadi selama masa pertanggungan. Produk ini bersistem Syariah dengan keutamaan Premi Ikhlas selain Sistem Profit Sharing di akhir Pertanggungan jika tidak ada klaim, Premi Ikhlas merupakan suatu premi yang tak dibayarkan 100% dari premi bruto yang diberikan, sistem ini dapat dibayarkan oleh peserta 90% sampai 60%, selain itu Autocilin Ikhlas ini memiliki fitur yang komplit dalam satu paket tentunya sesuai kebutuhan peserta yang inginkan.

Oleh karena itu bergabung lah bersama kami, karena kami dapat memberikan yang terbaik dari lebih baik untuk kepuasan dan perlindungan mobil anda.

Alamat Bank Syariah

Bank Umum Syariah
Bank Muamalat Indonesia
Arthaloka Building Lt.5
Jl. Jend. Sudirman Kav.2 Jakarta 10220
Telp. 2511414/51/70

Bank Syariah Mandiri
Gedung Bank Syariah Mandiri Lt.3
Jl. MH. Thamrin No.5 Jakarta 10340
Telp. 2300509, 39839000 (Hunting)

Bank Syariah Mega Indonesia
Menara Bank Mega Lt.21
Jl. Kapten Tendean Kav.12-14 Jakarta Selatan 12790
Telp. 7917 5500 (Hunting)

PT Bank Persyarikatan Indonesia
Jl. Salemba Raya No. 55 Jakarta 10440
Telp. 2300912

Unit Usaha Syariah Bank Umum
Bank IFI Syariah
Ariobimo Sentral, Lt. Dasar
Jl. HR. Rasuna Said X2, Kav.5 Jakarta 12950
Telp. 522 6088 (Hunting)

Bank BNI Syariah
Gedung BNI Lt.22
Jl. Jend. Sudirman Kav.1 Jakarta 10220
Telp. 5728773/91

Bank Bukopin Syariah
Gedung Bank Bukopin
Jl. MT. Haryono Kav.50-51 Jakarta Selatan 12770
Telp.7989837, 7988266 (Hunting)

Bank BRI Syariah
Gedung BRI II Lt.5
Jl. Jend. Sudirman No.44-46 Jakarta 10210
Telp. 5713116, 2510286(Direct)

Bank Danamon Syariah
Graha Surya Internusa Building 3rd Floor
Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0, Jakarta 12950
Telp. 2551 7198

Bank BII Syariah
Gedung Bank BII Jatinegara Lt.3
Jl. Jatinegara Timur No.59 Jaktim 13310
Telp. 2800811

HSBC Amanah Syariah
Gedung World Trade Center Lt.4
Jl. Jend. Sudirman Kav.29-31 Jakarta 12920
Telp. 524 6656/59

Bank Niaga Syariah
Gedung Victoria Lt.2
Jl. Sultan Hasanuddin 47-51 Jakarta Selatan 12160
Telp. 726 8050/51

PermataBank Syariah
PermataBank Tower III, 1st Floor
Jl. MH. Thamrin Blok B1 No.1, Bintaro Jaya,
Sektor VII Tangerang 15225
Telp. 7455888 (Hunting)

Bank BTN Syariah
Menara Bank BTN Lt.19
Jl. Gajah Mada No.1 Jakarta 10130
Telp. 633 2666/6789

Bank Ekspor Indonesia Syariah
Jakarta Stock Exchange Building Tower II, 8th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190
Telp. 5154638

Bank BTPN Syariah
Jl. Otto Iskandardinata No.392 Bandung 40242
Telp. (022) 5202822

Bank Lippo Salam
Gedung Menara Asia Lt.11
Jl. Boulevard Diponegoro 101, Karawaci Tangerang 15810
Telp. 5460555

ABN Amro Bank
Jakarta Stock Exchange Tower II Lt.10 SCBD
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190
Telp. 5156000

Unit Usaha Syariah Bank BPD
Bank Jabar Syariah
Jl. Pelajar Pejuang ’45 No.54 Bandung 40262
Telp. (022) 7316408, 7319015, 7306608

Bank DKI Syariah
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 153 Tanah Abang, Jakarta Pusat 10240
Telp. 3909706, 3901340, 3901466

Bank Riau Syariah
Jl. Sudirman No.628 Pekanbaru 28116
Telp. (0761) 32826, 856356

Bank Sumut Syariah
Jl. Imam Bonjol No.18 Medan
Telp. (061) 4155100

Bank BPD Aceh Syariah
Jl. Tgk.H. Muhd. Daud Beureueh No.24 Banda Aceh 23231
Telp. (0651) 229966 (Hunting)

BPD Kalsel Syariah
Gedung Bank BPD Kalsel
Jl. Brigjend. H. Hassan Basry No. 8, Banjarmasin 70123
Telp. (0511) 3350726-28

Bank BPD NTB Syariah
Jl. Pejanggik No.30 Mataram 83126 Nusa Tenggara Barat
Telp. (0370) 632582

Bank Sumsel Syariah
Jl. Kapten A. Rivai No.21 Palembang 30129
Telp. (0711) 350494, 3511867

Bank BPD Kalbar Syariah
Jl. Ahmad Yani Komplek Perkantoran & Town House No.5-6, Pontianak
Telp. (0561) 706 1800

Bank BPD DIY Syariah
Jl. Tentara Pelajar No.7 Yogyakarta 55231
Telp. (0274) 561614 (Hunting)

BPD Kaltim Syariah
Gedung BPD Kaltim Lt. I & II
Jl. Jend. Sudirman No.33 Samarinda
Telp. (0541) 735500

Bank Nagari Syariah (BPD Sumbar)
Jl. Pemuda No.21 Padang 25117 Sumatera Barat
Telp. (0751) 31577

Bank Jatim Syariah
Jl. Basuki Rachmad No.98-104 Surabaya 60271
Telp. (031) 5310090

Bank Sulsel Syariah
Jl. Dr. Sam Ratulangi No.16 Makasar 90125
Telp. (0411) 859171

Bank Jateng Syariah
Jl. Pemuda 142 Semarang
Telp. (024) 3547541

Bank Kustodian Syariah
Deutsche Bank
Deutsche Bank Building
Jl. Imam Bonjol No.80 Jakarta 10310
Telp. 3193 1092, 3904792

Kustodian Bank HSBC

Kustodian Bank Niaga

Citibank, N.A. Indonesia
Citibank Tower Lt.6
Jl. Jend. Sudirman Kav.54-55 Jakarta 12190
Fax. 52908555

Kustodian Bank Bukopin

Standard Chartered Bank
Wisma Standard Chartered Bank
Jl. Jend. Sudirman Kav.33A Jakarta 10220
Telp. 57999000

BPR Syariah

Dewan Syariah Nasional MUI
Masjid Istiqlal Km.12 Taman Wijayakusuma, Jakarta 10710
Telp. (021) 3450932 Fax. (021) 3440889

When Your Insurance Denies Your Claim

Jika Anda telah mendapat penolakan dari perusahaan asuransi Anda tentang klaim, Anda bukan satu-satunya. Mendapatkan klaim anda dibayarkan oleh perusahaan asuransi Anda dapat menjadi seperti sebuah adegan dari David dan Goliath. Anda mungkin merasa sendirian saat Anda mencoba untuk mendapatkan “besar, berarti perusahaan asuransi” untuk menutupi klaim Anda. Belajar semua yang Anda dapat tentang bagaimana perusahaan asuransi akan melayani Anda dengan baik dalam jangka panjang.

Pertama, Anda harus memahami kebijakan Anda di dalam dan luar. Review secara teratur untuk memastikan bahwa Anda tahu persis apa yang ditutupi dan apa yang tidak. Jika Anda memiliki pertanyaan, hubungi perusahaan asuransi Anda dan meminta mereka menjelaskan kebijakan kepada Anda dengan jelas. Pastikan Anda mengerti semua pengecualian dan keterbatasan. Juga, pergi ke bagian yang menjelaskan bagaimana untuk mengajukan banding klaim.

Bila Anda menerima perawatan, pastikan Anda mengetahui penyedia yang ditutupi dan apa yang tidak. Selain itu, dokter menangani banyak pasien dan mereka tidak dapat mengingat detail setiap pasien dengan sempurna. Ingatkan dokter anda jika dia ingin pergi ke depan dengan prosedur yang Anda tahu operator Anda tidak akan menutupi.

Mengikuti ketentuan kebijakan Anda dengan cermat. Jika kebijakan Anda mengharuskan Anda mendapatkan izin sebelumnya untuk suatu prosedur atau sebelum pergi ke dokter spesialis, ini penting bahwa Anda mengikuti panduan tersebut. Jangan membuat asumsi. Selalu cek dulu.

Jika Anda ditolak cakupan, meninjau semua dokumen dengan hati-hati. Mengatur segala sesuatu sehingga mudah untuk mengakses dan masuk akal untuk Anda. Kemudian, hubungi perusahaan asuransi nomor layanan pelanggan. Tanyakan wakil tentang penolakan Anda baru saja menerima dan notate semua rincian percakapan.

Sering kali, penyangkalan cakupan disebabkan oleh beberapa kesalahan administrasi. Ini biasanya dapat diselesaikan setelah telepon pertama. Jika penolakan terus berlanjut dan tidak karena kesalahan, lalu minta bon yang terperinci dari selular Anda dan pergi ke setiap biaya. Jika ada biaya untuk layanan yang tidak dikirimkan, segera hubungi penyedia dan memiliki tagihan disesuaikan.

Jika penolakan adalah sah dan karena prosedur yang mereka anggap tidak perlu atau eksperimental, kemudian meminta review formal klaim Anda. Anda bisa mendapatkan secara spesifik dari perwakilan layanan pelanggan. Lalu mengirim surat bersertifikat menyatakan kasus Anda secara tertulis dan meminta tanda terima. Lakukan ini segera karena banyak perusahaan asuransi sering memiliki batas waktu naik banding.

Jika, pada akhirnya, Anda merasa Anda telah kehabisan semua kemungkinan, hubungi departemen negara untuk mendapatkan bantuan asuransi. Setiap negara memiliki departemen untuk membantu konsumen dengan sengketa dengan perusahaan asuransi

Using the Internet to save on your insurance

Internet merupakan tempat untuk menemukan kesepakatan yang baik. Hal ini berlaku apakah Anda membeli kamera digital baru atau beberapa produk keuangan seperti polis asuransi. Internet menghilangkan batas-batas fisik jangkauan dan memungkinkan lebih banyak pilihan untuk konsumen pada pasar untuk membeli polis asuransi mereka.

Sebelum Internet menjadi populer untuk membeli asuransi Anda harus baik membuat panggilan telepon ke broker asuransi atau kunjungi kantor broker asuransi lokal. Karena proses ini sangat lambat dan mubazir Anda hanya bisa menghubungi sejumlah kecil agen dan dengan demikian mendapatkan kutipan dari sejumlah kecil perusahaan asuransi. Hasilnya tentu saja pasokan yang relatif kecil yang berakhir dengan kurang persaingan dan harga yang lebih tinggi.

Internet telah mengubah cara di mana konsumen membeli asuransi. Yang pertama dan paling perubahan penting yang sering kurang terlihat di adalah kemampuan konsumen untuk melakukan riset dan belajar tentang asuransi bahwa mereka akan membeli. Tidak ada keraguan bahwa pendidikan adalah kunci untuk semua yang kami lakukan dalam hidup dan saat berbelanja untuk polis asuransi yang dapat produk yang rumit dengan banyak jebakan pendidikan sangat penting. Internet membuka cara baru bagi konsumen untuk mendidik diri mereka sendiri tentang asuransi. Mereka dapat memilih untuk pergi ke banyak situs web perusahaan asuransi dan membaca agunan mereka menggambarkan kebijakan berkali-kali juga bisa diam-diam pergi ke atas cetakan baik kebijakan tersebut. Mereka juga dapat berpartisipasi di banyak forum online dan lain yang serupa kelompok-kelompok sosial di mana konsumen seperti mereka dapat berbicara satu sama lain dan saling menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan asuransi. Mereka dapat memilih untuk menghubungi asuransi melalui email atau pada situs web mereka kontak formulir ini untuk mengajukan pertanyaan spesifik dan mendapatkan informasi. Mereka juga dapat pergi ke salah satu situs web pemerintah yang menyediakan peraturan dan informasi lain yang relevan. Dan mereka juga bisa memutuskan untuk membaca informasi tentang situs web asuransi seperti Wikipedia yang menyediakan informasi yang relatif objektif tentang asuransi yang berbeda dan apa yang konsumen harus mencari saat membeli kebijakan.

Setelah mendidik diri konsumen bisa pergi ke langkah berikutnya mencari tempat untuk membeli kebijakan. Keputusan harus didasarkan pada keseimbangan antara harga dan pelayanan karena setelah semua polis asuransi yang anda beli tidak berarti jika ketika amit-amit Anda perlu mengajukan klaim layanan akan buruk dan asuransi akan melakukan yang terbaik untuk tidak membayar. Adapun harga Internet telah membuka berbagai opsi untuk memeriksa harga asuransi. Tidak ada lagi yang perlu Anda buang waktu mahal untuk berbelanja di sekitar harga yang berbeda. Internet menyediakan cara cepat untuk perbandingan harga asuransi.

Ada banyak situs web internet yang menyediakan perbandingan harga untuk polis asuransi. Kunjungi salah satu situs web dan memasukkan rincian asuransi yang Anda perlukan misalnya untuk auto insurance masukkan informasi untuk jenis mobil mengemudi anda memiliki umur sejarah dan seterusnya. Anda juga harus memasukkan deductible dan informasi asuransi lainnya untuk memastikan Anda membandingkan harga untuk produk yang sama persis. Setelah selesai mengisi rincian satu-satunya yang tersisa untuk Anda lakukan adalah klik tombol kirim dan dalam kedua atau sehingga Anda akan mendapatkan daftar sejumlah besar perusahaan asuransi dan harga yang mereka akan mengutip untuk asuransi. Jika Anda sudah siap, Anda dapat mengklik salah satu asuransi tersebut dan Anda akan dibawa ke situs Web perusahaan asuransi di mana Anda dapat membeli kebijakan secara elektronik.

Oleh : Wahyudin Rachman

Mortgage Protection Insurance: What to Look Out For

Mortgage Payment Protection Insurance (MPPI) adalah suatu bentuk asuransi yang dirancang untuk menutupi pembayaran hipotek Anda, kalau-kalau sesuatu terjadi menyebabkan Anda kehilangan penghasilan Anda.

Anda mungkin menemukan bahwa ketika Anda mengambil hipotek, kreditur Anda secara otomatis menawarkan MPPI. Kadang-kadang mereka mencoba untuk memberikan kesan bahwa itu wajib. Tapi jangan biarkan diri Anda diganggu untuk mengambil kebijakan mereka kecuali jika Anda yakin itu yang terbaik. Anda dapat sering mendapatkan kesepakatan yang lebih baik oleh pusat perbelanjaan di sekitar.

Mungkin Anda merasa bahwa Anda tidak ingin melakukan ini. Mengambil kredit bisa menjadi panjang, melelahkan dan memakan waktu pengalaman. Itu sangat menggoda untuk mengambil kebijakan menawarkan pemberi pinjaman Anda, dan bukannya memulai suatu proses panjang. Terutama jika Anda tidak benar-benar tahu apa yang Anda cari.

Namun Anda bisa benar-benar menghemat uang dengan belanja sekitar. Tentu saja Anda ingin menemukan premi terendah – tetapi tingkat premi bukan satu-satunya faktor. Berikut adalah beberapa petunjuk untuk membantu Anda tahu apa lagi yang harus diwaspadai.

* Tidak seperti kebanyakan bentuk-bentuk lain dari asuransi, polis asuransi perlindungan mortgage biasanya mengabaikan usia, kesehatan, merokok / non-merokok dll Hanya beberapa memberikan kecepatan penurunan untuk kelompok umur yang lebih muda – di bawah 30 atau di bawah 40 tahun – jadi jika ini berlaku untuk Anda, it’s worth checking out ini.

* Kapan membayar? Kebanyakan asuransi perlindungan hipotek tidak mulai membayar keluar sampai satu bulan, atau kadang-kadang dua bulan, setelah masalah (kecelakaan, redundansi, atau apa pun) dimulai. Sekarang ada beberapa yang backdate pembayaran ke hari 1, sehingga Anda mungkin lebih suka untuk memilih salah satu dari mereka.

* Apakah yang dimaksud dengan istilah pembayaran? Kebanyakan polis asuransi perlindungan hipotek membatasi jangka pembayaran – biasanya sampai 12 bulan. Mereka memperhitungkan bahwa kebanyakan orang akan telah menemukan pekerjaan lain, sembuh dari penyakit mereka, atau diperoleh manfaat negara saat itu. Tapi ini tidak selalu terjadi. Cobalah untuk menemukan satu yang akan membayar untuk selama mungkin – setidaknya dua tahun.

* Berapa maksimum tingkat pembayaran? Beberapa pembayaran hipotek polis asuransi perlindungan meletakkan langit-langit pada jumlah pembayaran bulanan mereka selama periode pembayaran. Jika Anda memiliki kredit yang lebih besar, atau jika tingkat bunga meningkat, jumlah ini mungkin tidak akan cukup untuk menutupi cicilan Anda. Cobalah untuk mencari tahu apa kebijakan pembayaran.

Kadang-kadang bisa sangat sulit untuk mencari tahu apa kebijakan pembayaran pada berbagai kebijakan asuransi perlindungan hipotek. It’s worth konsultasi broker untuk memastikan Anda menemukan kesepakatan terbaik.

salam

Wahyudien Rachman

Happy New Year 2010


This year more and more challenges, especially for my new job moved to another insurance company. I hope this year and you achieve the expected success

HAPPY NEW YEAR 2010

Regards

Wahyudien Rachman


Indonesia Kiblat Asuransi Syariah Dunia

Asuransi Syariah kini semakin berkembang. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 1994, hingga saat ini jumlah industri asuransi syariah mencapai 39 perusahaan dengan ratusan cabang tersebar di seluruh Indonesia. Kendati demikian, pangsa pasarnya yang masih dibawah lima persen, dipastikan akan terus berkembang di masa depan.

Muhammad Syakir Sula, praktisi sekaligus konsultan asuransi syariah, menjelaskan, melihat pertumbuhannya yang demikian pesat, Indonesia berpotensi menjadi kiblat asuransi syariah dunia. Hal ini dikarenakan dukungan dan potensi yang sangat besar yang dimiliki Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 85 persen lebih umat Islam dari 230 juta jiwa, merupakan pangsa pasar terbesar di dunia bagi industri asuransi syariah.

“Kini, tantangannya adalah meyakinkan umat Islam untuk melek asuransi syariah. Karena, manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat Islam secara keseluruhan bila dibandingkan dengan asuransi konvensional,” kata Ketua Umum IIIS (Internasional Islamic Insurance Society), kepada Syahruddin El Fikri dari Republika.

Berikut petikan wawancara dengan pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan, 12 Pebruari 1964 ini.

Bisa dijelaskan sejarah munculnya asuransi dalam Islam?

Pratek yang mirip-mirip asuransi itu sudah ada sejak awal Islam. Memang  tidak ada hadis yang secara eksplisit menyebut asuransi, misalnya Nabi bersabda: qola Rasulullah saw at-ta’min halalum (asuransi itu halal, boleh). Itu tidak pernah disebutkan. Tetapi praktek yang mirip-mirip dengan asuransi ada, misalnya sistem aqila seperti yang disebut oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, ketika mengutip hadis Shohih Bukhari, dimana sistem aqilah yang mirip-mirip dengan sistem asuransi itu, disahkan oleh Rasulullah  menjadi bagian dari hukum Islam. Sejak itulah sistem aqilah yang mirip praktek asuransi itu berlaku.

Bagaimanan praktek aqilah tersebut?

Aqilah sebenarnya dipraktekkan oleh masyarakat Arab pada  zaman pra Islam. Ketika itu, apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia dan mempunyai tanggungan, misalnya melakukan pembunuhan, maka anggota keluarga lainnya berkewajiban menanggung dendanya (diyat). Selain dasar tersebut, dasar hukum lainnya yang bisa dijadikan patokan adalah kebutuhan masyarakat di zaman modern.

Hampir semua pekerja, buruh, karyawan, tentara secara otomatis diasuransikan ke Astek, Askes, Jamsostek, dan Asabri. Kalau Anda pegawai negeri, yang mengelola pensiun, dan jaminan kesehatan Anda adalah asuransi dana pensiun dan Askes.

Karena itu, sangat sulit menghindari asuransi. Istilahnya asuransi sekarang sudah menjadi kebutuhan , baik untuk jiwa, kesehatan, harta benda, dan lainnya.

Tapi ada ulama yang memandang, asuransi itu mengandung unsur maisir (judi), gharar (samar), dan riba (berlebih)?

tu benar. Karena itu, para ulama dan pakar syariah berfikir keras mencari solusi,  agar hal-hal yang haram dalam praktek asuransi konvensional itu dihilangkan. Bahkan, dengan melihat  maslahah (kemaslahatan), sebagian ulama kemudian membolehkan asuransi konvensional, khususnya asuransi sosial.   Dan karena waktu dulu belum ada asuransi syariah maka asuransi konvensional dibolehkan, dengan alasan darurat. Dan sekarang karena asuransi syariah sudah makin banyak, tentu saja hukumnya menjadi berbeda.

Sejak kapan muncul istilah asuransi syariah dan mulai dipraktekkan dengan sistem medern seperti sekarang ini termasuk di Indonesia?

Sistem asuransi atau  ad-diyah alal aqilah sudah ada sejak zaman Nabi kemudian turun temurun tetap ada dalam implementasi syariah Islam sampai kepada sistem kekhalifahan yang paling terakhir yaitu kekhalifahan Utsmaniyah di Turki yang diruntuhkan oleh Kemal Attatur pada tahun 1920 an. Setelah itu sistem aqilah hilang ditelan bumi. Kemudian pada Mu’tamar Ekonomi Islam tahun  1976 di Mekah dan Majma’ al-Fiqh al Islami al ‘alami (Kesatuan Ulama Figh Dunia) tahun 1985 memutuskan bahwa asuransi konvensional yang kita kenal selama ini bertentangan dengan syariah alias hukumnya haram, dan merekomendasikan   mendirikan asuransi ta’awuni atau takaful  (Asuransi Syariah).

Merespon  Fatwa ulama tersebut maka pada tahun 1979 pertama kalinya dikenalkan asuransi syariah dalam versi modern yaitu dengan berdirinya  Islamic Insurance di Sudan. Di Indonesia sendiri asuransi syariah pertama, yaitu Asuransi Takaful baru berdiri tahun 1994, kira-kira dua tahun setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Saat ini Indonesia sudah ada 39 Perusahaan asuransi yang beroperasional secara syariah dari 50 perusahaan yang sudah mendapat rekomendasi dari DSN MUI.

Hal-hal apa saja yang bisa diasuransikan menurut Islam?

Secara teori, semua objek asuransi mestinya bisa diasuransikan. Tetapi semakin tinggi resiko suatu objek asuransi, semakin tinggi pula tingkat garar (ketidakjelasan) dan tingkat gambling (judi) nya. Karena itu asuransi syariah  khususnya kerugian sepatutnya menghindari objek asuransi yang high risk (resiko tinggi), karena objek asuransi itu gharar-nya besar dan gambling-nya juga besar. Jadi sebetulnya semua produk-produk asuransi konvensional bisa di “syahadatkan “ ha ha ha…

Sekarang banyak pemain dalam industri Asuransi syariah, baik di Indonesia maupun di dunia. Berapa besar potensi yang seharusnya bisa diserap industri asuransi syariah?

Di dunia sekarang ini kira-kira sudah ada sekitar 200 an asuransi syariah, umumnya mereka menyebut dengan nama asuransi takaful atau islamic insurance. Memang rada aneh juga, cuma Indonesia yang menyebut dengan asuransi syariah. Takaful justru lebih banyak di negara-negara non muslim, seperti Luxemborg, Singapure, Australia, United Kingdom, Sri Langka, USA,  dan sebagainya.

Ke depan asuransi syariah akan menjadi trend asuransi di dunia. Lihat saja negara-negara seperti Singapura, Hongkong dan Inggris dengan Loyyd, ingin menjadi hub sharia business. Mereka berlomba-lomba menarik investor Timur Tengah dengan membuatkan skim-skim syariah, dengan membuatkan regulasi yang memudahkan, termasuk kemudahan dalam aspek perpajakan.

Bandingkan dengan Indonesia yang terkenal dengan pajak gandanya itu. Lucu kan satu-satunya negara di dunia yang mengenakan pajak ganda untuk produk syariah hanya Indonesia. Sudah begitu bangga pula tuh orang-orang pajak.

Dari pangsa pasar, mengapa market share asuransi syariah masih kecil dibandingkan asuransi konvensional?

Karena pemerintah kita belum concerned dengan pengembangan asuransi syariah. Saya tidak melihat keberpihakan pemerintah, kecuali sebatas sebagai regulator saja dalam mengawasi. Mungkin menunggu asuransi konvensional bangkrut dulu karena ditempa krisis seperti AIG di Amerika, atau menunggu ditutup karena terkena negative spread seperti asuransi jiwa terbesar di Jepang,  Kyo Life dan Nippon Life belasan tahun yang lalu, baru kemudian sadar dan ada keberpihakan pada asuransi syariah.

Mereka lupa 80% penduduk negeri ini muslim dan membutuhkan asuransi yang halal. Dan itu tugas pemerintah yang digaji oleh rakyat untuk memberi pelayanan yang terbaik dan diperlukan rakyat.

Jadi, pemerintah harus turut mendorong pertumbuhan asuransi. Seperti Malaysia, masyarakat yang antre membeli  produk asuransi. Begitu juga dengan pemerintahnya, mereka memprioritaskan proyek-proyek agar ke asuransi syariah. Mereka bikin undang-undang Takaful yang disebut ‘Takaful Act” sebelum industri asuransi syariah berdiri.

Di Indonesia asuransi syariah hanya dicantolkan satu dua pasal dalam KMK (Keputusan Menteri Keuangan) dan Peraturan Pemerintah.  Kita usulkan supaya ada undang-undang asuransi menyusul Undang-Undang Perbankan Syariah, tapi pemerintah bilang asuransi masih kecil jadi belum perlu. Jadi cara berfikir pemerintah memang terbalik. Tidak melihat ini peluang , tunggu bubar dulu konvensionalnya kali  ha ha ha.

Dulu Anda pernah mengatakan dan sangat terobsesi menjadikan Indonesia sebagai kiblat dunia untuk asuransi syariah. Apa yang melatar belakangi pemikiran tersebut?

Sebenarnya itu bukan kata saya, tapi  pendapat beberapa kawan direksi-direksi asuransi syariah dari luar negeri ketika kami ada Insurance Congress di Bali beberapa tahun Silam.

Mereka bilang pak Syakir dalam waktu 10 tahun ke depan Indonesia justru yang akan menjadi kiblat asuransi syariah di dunia, bukan Malaysia dan bukan juga Jeddah. Itu yang ngomong CEO Takaful Ikhlash Malaysia dan CEO Takaful Jeddah. Di situ ada juga dari Takaful Singapura. Mereka bilang, sambil becanda, … “tapi kalau Indonesia tak berkenan tak apalah kami saja Singapura yang jadi kiblat katanya,  nanti kami bikinkan banyak-banyak cabang  Takaful Singapura di Indonesia”.  Gila gak?  Ini tantangan buat bangsa Indonesia. Karena itu, saya pun terobsesi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblatnya dunia untuk asuransi syariah.

Apa saja potensi yang bisa mendorong Indonesia menjadi kiblat sebagai asuransi syariah dunia?

Pertama, kita adalah negara terbesar berpenduduk muslim di dunia. Sedangkan konsep syariah seperti mudharabah (bagi hasil) atau di pedesaan dikenal dengan maro, matelu, itu kan konsepnya rakyat, petani, dan peternak asli Indonesia. Dengan regulasi yang cukup, sosialisasi yang memadai, keberpihakan dari pemerintah dan DPR, konsep syariah akan berkembang pesat.

Kedua, saat ini dengan tingkat income per kapita yang ada, penduduk Indonesia baru sekitar 12 persen yang berasuransi. Artinya, peluang pasarnya masih sangat besar ke depan. Anda bayangkan jika produk asuransi syariah dibikin lebih customized, berdasarkan kebutuhan masyarakat, saya yakin asuransi syariah akan meningkat dengan pesat bersamaan dengan semakin naiknya income per kapita.

Ketiga, saat ini sebetulnya premi asuransi (konvensional dan syariah) cukup besar tetapi yang menikmati adalah reasuransi luar negeri. Karena kapasitas asuransi dan reasuransi di Indonesia masih sangat kecil, sehingga premi asuransi general insurance  seperti oil & gas, mungkin sampai 60-70 persen  mengalir ke luar negeri melalui instrumen reasuransi. Jadi usul saya kalau reasuransi syariah disatukan dan di perbesar modalnya oleh pemerintah, maka sebagian dari yang 70 persen capital fly tadi, bisa ditahan di Indonesia.

Apa saja kendala yang dihadapi asuransi syariah ?

Kendala utama aspek permodalan. Umumnya asuransi syariah yang berbentuk divisi yang berdiri di awal-awal modalnya sangat kecil. Bayangkan mau bisa cover apa divisi/cabang syariah dengan modal awal cuma 2,5 milyar. Mau bisa promosi apa asuransi yang modalnya “dengkul”, maaf. Itu yang membuat susah bersaing dengan konvensional.

Ada perusahaan asuransi yang preminya saja dalam satu tahun 1 triliun, tapi bikin divisi syariah hanya memberi modal 5-10 milyar. Itu kan gak serius namanya. Mereka buka divisi syariah, hanya mau menampung nasabah yang sudah ada, jangan sampai lari, jadi dibuatkan  penampungnya, yaitu cabang syariah. Tapi kaitan masalah modal ini,  sudah diatur cukup baik oleh depkeu. Jadi saya juga secara jujur bilang kebijakan ini sejak 2008 sudah ada regulasi yang baik dari  Bapepam LK.

Secara umum, masyarakat kita belum begitu ‘melek’ tentang asuransi. Bahkan, pandangan yang didapat, justru menempatkan asuransi sebagai pihak yang kurang diminati. Mengapa demikian?

Sekarang ini bersamaan dengan pesatnya teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan hidup, pemahaman dan kebutuhan masyarakat terhadap asuransi sudah semakin baik. Persoalannya sekarang adalah kemampuan untuk menyisihkan penghasilan yang masih pas-pasan untuk berasuransi.

Saya kira juga citra negatif pelaku industri asuransi khususnya ‘oknum sales’, sudah semakin kecil. Mereka mulai bekerja secara profesional,  terutama dengan masuknya asuransi tingkat dunia seperti Allianz, Prudencial, Manulife, AIG, dan lain lain, citra pelayanan asuransi sudah semakin baik.

Perusahaan-perusahaan lokal juga sudah cukup banyak yang bisa bersaing secara profesional dengan yang besar-besar tadi.

Praktek marketing  menyimpang, seperti yang saya sebut dalam buku “Marketing Bahlul” saya,  sesungguhnya tidak didominasi oleh industri asuransi lagi. Prilaku-prilaku menyimpang itu, baik dari segi moral maupun riswah (suap), saat ini justru banyak terjadi di bidang bisnis lainnya.

Ada kesan di masyarakat, industri asuransi hanya cocok buat masyarakat kelas menengah keatas. Sementara untuk masyarakat kelas bawah tidak. Bagaimana menurut pandangan Islam hakikat dan tujuan asuransi sesungguhnya?

Yah memang masih ada kesan seperti itu, tapi ini lambat laun bersamaan dengan sosialisasi tentang fungsi asuransi akan semakin bergeser. Di atas tadi sudah saya jelaskan betapa banyak fungsi asuransi seperti kesehatan, kecelakaan, kematian, yang  justru untuk masyarakat kelas bawah. Asuransi sosial seperti jamsostek, astek, askes, asabri, itu kan asuransi untuk menengah kebawah semua. Cuma masyarakat gak tau kalau itu sebetulnya menggunakan mekanisme asuransi.

Produk lain, yang  perlu menjadi perhatian industri asuransi sekarang adalah micro insurance. Ini pangsa pasarnya sangat sangat besar dan sama sekali belum tergarap, yaitu asuransi yang ditujukan untuk tukang cendol, tukang combro, pedagang kaki lima, sektor informal, petani, pedagang kecil, dan lain lain. Produk ini sedang dikembangkan teman-teman di beberapa kabupaten di Jawa Barat, namanya Asuransi Takmin. Ini produk inovatif untuk masyarakat tingkat bawah.

Apa hal yang paling pokok perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional?

Banyak yang bilang produk syariah itu sama saja dengan produk konvensional. Termasuk asuransi syariah. Sayang bilang pandangan itu keliru. Pak Kyai Ma’ruf Amin, Ketua DSN MUI, malah pernah bilang … “bedanya sama dengan antara langit ke tujuh dengan sumur bor”. Tentu beliau bercanda. Tapi saya sebagai praktisi syariah membetulkan statemen itu, karena secara operasional memang berbeda.

Perbedaan prosesnya dalam rangka menghilangkan hal-hal terlarang oleh syariah dalam praktek asuransi konvensional. Jadi dalam istilah santri menghilangkan illat-nya atau alasannya  mengapa konvensional itu diharamkan.

Jika dilihat dalam aspek syariah, perbedaannya karena dalam asuransi syariah tidak ada lagi hal-hal yang terlarang seperti gharar, maisyir, dan riba.  Dari segi ekonomi, produk-produk asuransi syariah jauh lebih unggul dibanding konvensional.

Saat ini asuransi konvensional menerapkan istilah ‘NO CLAIM BONUS’ sebagai ‘lawan’ dari konsep yang dijalankan asuransi syariah dengan sistem bagi hasil, dimana peserta bisa menikmati “bagi hasil” diakhir masa kontrak. Menurut Anda?

Yah no claim bonus di konvensional sering dijadikan “senjata” untuk melawan asuransi syariah di market. Tapi sebetulnya no claim bonus itu ‘serupa tapi tak sama’ dengan mudharabah (bagi hasil) di syariah. Memang sama-sama memberikan  kembalian alias bagi hasil jikalau tidak ada klaim atau masih ada selisih antara premi dan klaim secara keseluruhan di akhir masa kontrak. Sampai disitu sama. Tapi no claim bonus secara syariah tidak halal karena sistemnya adalah konvensional dimana didalamnya masih ada gharar, maisyir dan riba. Sedangkan yang ‘bagi hasil’ karena sistemnya pake syariah maka dia halal.

Kalau saya boleh kasih ilustrasi, kira-kira yang no claim bonus itu identik dengan ayam goreng yang dipelintir (tidak di potong pake bismillah) maka haram, sedangkan ‘bagi hasil’ di syariah adalah ayam goreng yang dipotong pake bismillah maka halal. Rasanya memang bisa sama, tapi prosesnya yang berbeda

Marketing Syariah Menyejukan Kita semua

Marketing sering kali dipersepsikan sebagai upaya untuk memasarkan barang dan jasa dengan berbagai cara sampai barang dan jasa tersebut terjual karena dalam prakteknya, para pemasar telah melupakan etika dan nilai-nilai dasar dari marketing itu sendiri, seperti diungkap secara jenaka oleh pakar Marketing Syariah kita, Syakir Sula , dalam bukunya “Marketing Bahlul ”.

Tidaklah berlebihan bilamana dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tak sekadar mempraktikkan perdagangan yang adil dan jujur, namun juga meletakkan prinsip-prinsip dasar pemasaran dalam berbisnis. Beliau tidak pernah membiarkan pelanggannya mengeluh dan selalu menepati janji, misalnya, dengan mengantarkan barang-barang yang kualitasnya telah disepakati secara tepat waktu. Tak pernah ada pertengkaran antara beliau dengan para pelanggannya seperti yang umum terjadi di pasar saat itu.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan Abdullah ibn Abi Hamzah yang melakukan jual beli dengan Rasulullah namun sebelum sempat menyelesaikan transaksinya tiba-tiba harus segera pergi. Ia berjanji akan kembali dan menetapkan batas waktunya. Namun, ia lupa akan janjinya dan baru ingat pada hari ketiga. Saat ia kembali ke tempat yang sama, ia menemukan Rasulullah SAW masih berdiri di sana. Beliau tidak menunjukkan muka marah dan tidak mengatakan sesuatu, kecuali bahwa ia sudah menunggu di tempat itu selama tiga hari!

Beliau sangat menekankan pentingnya kejujuran dan menghindari kecurangan dalam setiap upaya memasarkan barang dan jasa. Kondisi dan kualitas barang dan jasa tersebut harus secara jelas disampaikan kepada calon pembeli. Betapa pentingnya kejujuran tersebut nampak dalam sabdanya bahwa pada Hari Kebangkitan Allah tidak akan berbicara, melihat, mensucikan orang yang yang menghasilkan penjualan yang cepat dari suatu barang dengan sumpah palsu.

Alangkah indah dan menyejukkannya jika perniagaan dan upaya pemasaran didasarkan pada prinsip-prinsip Islam tersebut. Orang tidak semata-mata menghitung untung atau rugi, tidak terpengaruh lagi dengan hal yang bersifat duniawi, tetapi panggilan jiwalah yang mendorongnya, karena di dalamnya terkandung nilai-nilai spiritual.

Pemasar Syariah juga bukan monopoli muslim tetapi terbuka untuk semua umat sebagaimana Islam adalah pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia dan alam sekitar. Hal ini dibuktikan oleh Beriman Sinaga, Marketing Executive Allianz Life Indonesia, seorang non muslim yang meraih penghargaan sebagai “Top Syariah 2008”.

Sharing edisi ini mengajak Anda untuk melihat bahwa prinsip syariah dalam perniagaan, khususnya pada ceruk marketing, bukan suatu yang “di awang-awang” dan tidak aplikatif. Kami menyodorkan serangkaian contoh: dalam barisan perusahaan ada Internusa Cargo, Poliyama Communication, dan PT Red Crispy International, misalnya, yang bisnisnya menukik naik justru setelah menerapkan prinsip marketing syariah.

Ada juga Eka Shanty yang berhasil menyelamatkan induk perusahaannya yang nyaris bangkrut dengan banting setir menerapkan prinsip syariah. Sharing juga mengajak Anda berkenalan dengan Beriman Sinaga.

Intinya, marketing syariah adalah marketing dengan nilai atau prinsip-prinsip yang bersifat universal, melintasi aneka sekat wilayah, jenis usaha, bahkan agama. Seperti dikatakan pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, Marketing syariah itu sifatnya spiritual, universal, dan realistis. Jadi bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Termasuk Anda

Apakah Average (under-insurance) berlaku untuk klaim Total Loss?



Seringkali penulis mendapat pertanyaan seperti ini? Apakah Average (Under-Insurance) berlaku untuk klaim Total Loss? Tidak hanya dari “orang awam” bahkan dari rekan-rekan sesame “orang Asuransi”.

Sebagian besar menjawab “Tidak Berlaku”. Why? Karena maksimum ganti rugi adalah sebesar Harga Pertanggungan (TSI).

Sebagai contoh:

Harga Pertanggungan (TSI) : Rp 50 juta

Harga Sebenarnya (VAR) : Rp 100 juta

Maka Jika Terjadi Total Loss: Ganti Rugi = Rp 50 juta

Mengapa dibayar Rp 50 juta?? Dari mana angka Rp 50 juta??

Jawabannya: Karena berlaku ketentuan Average (Under-insurance) yaitu:

Harga Pertanggungan (TSI)

————————————– X Nilai Kerugian (Loss)

Harga Sebenarnya (VAR)

TSI  50 juta

——————— x Loss 100 juta

VAR 100 juta

Ganti Rugi = 50 juta

Ketentuan Average (Under Insurance) dalam polis umumnya memuat ketentuan sbb:

“Jika terjadi pertanggungan dibawah harga maka: Penanggung hanya membayar ganti rugi secara proporsional yaitu perbandingan antara harga pertanggungan keseluruhan harta benda dengan nilai sebenarnya keseluruhan harta benda terhadap nilai kerugian atau kerusakan.”

Bagaimana kalau terjadi Partial Loss misalnya dengan Nilai Kerugian Rp 50 juta

Ya..tentunya rumusnya sama saja

TSI  50 juta

——————— x Loss 50 juta

VAR 100 juta

Ganti Rugi = 25 juta

Dari ilustrasi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa ketentuan Average (Under-Insurance) berlaku baik untuk klaim Total Loss maupun Partial Loss

Bagaimana caranya supaya tidak terjadi Pertanggungan dibawah harga (under insurance)? Baca disini

Untuk konsultasi dan keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Telp: +628128079130

Email: imusjab@qbe.co.id

oleh IMAM MUSJAB di www.ahliasuransi.com

Cara Menentukan TSI Bangunan Pada Asuransi Kebakaran

Written by Fajar Nindyo
Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui tentang cara menentukan harga pertanggungan (sum insured) bangunan berdasarkan harga/nilai sesungguhnya (actual value)  dengan meminimalisir terjadinya 2 (dua) hal : under insured dan over insured. Bagaimana cara mendapatkan harga pertanggungan yang penuh alias fully insured ?. Ikuti tulisan saya berikut ini.Salah satu kesulitan dalam menentukan harga sesungguhnya (actual value) ini adalah pada parameter yang bernama depresiasi mengingat wording PSAKI kita tidak memberitahukan tentang berapa nilai depresiasi bangunan yang ditetapkan dalam tata cara ganti rugi. Pasal 10 dan 11 wording PSAKI hanya menyebutkan adanya depresiasi namun tanpa menyebutkan nilainya per tahun.

COMMON PRACTICE : MARKET PRICE AS SUM INSURED

Praktek yang sering terjadi selama ini memang sederhana saja. Secara umum penentuan harga pertanggungan bangunan didasarkan pada harga jual atau harga beli (market price) rumah tersebut di pasaran lokal. Misal, 5 (lima) tahun lalu Anda membeli rumah tipe 27/66 dari sebuah developer di kota Bogor seharga Rp 60 juta. Lalu di tahun 2009 ini, bangunan tersebut hendak Anda asuransikan. Tentu Anda akan memperhitungkan berapa nilai jual rumah tersebut pada saat ini, katakanlah diperoleh angka Rp 70 juta (dengan alasan harga rumah semakin lama semakin tinggi). Nah, pertanyaannya, apakah boleh memakai angka ini ?. Tentu saja boleh !. Dari sudut pandang asuransi tidak ada masalah karena syaratnya hanya 1 (satu) saja yaitu tidak terjadi under insured. Bagi penanggung under insured berarti tidak diperolehnya premi yang cukup (inadequate premium) dan bagi tertanggung manakala terjadi musibah, klaim tidak dibayar penuh. Sebaliknya, jika terjadi over insured, bagi penanggung senang-senang saja dan bagi tertanggung tidak perlu khawatir ganti ruginya tidak penuh, meskipun dari sisi tertanggung sebenarnya terdapat kelebihan pembayaran premi kepada penanggung.

LALU BAGAIMANA CARA MENGHITUNG ACV BANGUNAN ?

Jika ingin mengetahui harga pertanggungan yang sesuai dengan nilai sesungguhnya (karena kita ingin bertujuan untuk menghindari under maupun over insured), maka yang harus dihitung terlebih dahulu adalah berapa biaya membangun kembali (reinstatement cost) pada saat akan masuk asuransi. Lalu hasil tadi dikurangi dengan depresiasi sesuai usia bangunan. Ini dikarenakan PSAKI menganut sistem ganti rugi berdasarkan Actual Cash Value (ACV) dimana terdapat komponen depresiasi sebagai pengurang nilai klaim baik dalam kasus total loss maupun partial loss. Hanya sayangnya, depresiasi ini tidak diatur angka-angkanya sehingga dapat menjadi bahan pertanyaan bagi semua pihak.

Tanyakan pada beberapa kontraktor atau konsultan atau appraisal company untuk mengetahui reinstatement cost di atas. Katakanlah diperoleh informasi bahwa pada saat ini diperlukan biaya Rp 1,5 juta/m2 maka total biaya pembangunannya adalah Rp 1,5 juta x luas bangunan Anda. Contoh, jika luasnya 27 m2 maka totalnya diperoleh angka Rp 40,5 juta. Mengapa nilainya lebih kecil dari nilai beli pada saat 5 (lima) tahun lalu ?. Hal ini dikarenakan ketika Anda membeli rumah tersebut sebenarnya sudah tercakup harga tanah. Angka Rp 40,5 juta di atas lalu kurangkan lagi dengan nilai depresiasi sesuai umur bangunan. Katakanlah PSAKI sudah menetapkan angka depresiasi secara eksplisit dalam wordingnya, misal 2% per tahun, maka jika digunakan metode declining balance akan diperoleh harga sebenarnya sebagai berikut :

-Depresiasi 5 tahun        = 100% – (100% – 2%) ^5 = 100% – (98%)^5 = 100% – 90,39% = 9,61%.

-Reinstatement Cost      = Rp 40,5 juta

-Nilai Sebenarnya          = Rp 40,5 juta – (Rp 40,5 juta x 9,61%)

= Rp 40.500.000,00 – Rp 3.892.050,00 = Rp 36.607.950,00.

Nah, angka Rp 36.607.950,00 inilah yang dipakai sebagai harga pertanggungan (sum insured) dalam polis asuransi kebakaran Anda.

PENUTUP

Perhitungan di atas bertujuan untuk mendapatkan harga pertanggungan yang sama atau mendekati dengan nilai sesungguhnya yang tentu lebih rumit dari perhitungan harga pasar. Marketer asuransi yang berhadapan langsung dengan customer harus dibekali dulu dengan teknik appraisal bangunan yang dilengkapi dengan tabel depresiasi yang disepakati angkanya. Jangan-jangan hanya gara-gara sibuk menghitung nilai bangunan sesungguhnya dan membolak-balik table depresiasi, tertanggung malah tak jadi masuk asuransi karena ribet urusannya. Ini cukup hanya sebagai bahan pengetahuan (knowledge) saja tentang bagaimana cara menentukan harga pertanggungan yang tepat untuk polis asuransi kebakaran yang berbasis Actual Cash Value (ACV).