Meningkatkan Wawasan di Tengah Kesibukan

Kondisi tersebut tak ayal membuat sebagian orang tak sempat lagi meningkatkan menambah, dan memperkaya wawasannya. Karena semua waktu sudah tersita untuk segala urusan yang tak ada habisnya. Tetapi sebenarnya, jika Anda bisa menyiasati waktu yang sempit dengan memanfaatkan media massa secara tepat, wawasan Anda akan tetap bertambah. Mau tau caranya? Coba trik berikut ini:
Membawa bacaan berkualitas sewaktu Anda bepergian
Bacaan yang termasuk berkualitas bisa berupa koran, majalah, atau buku. Bawalah paling tidak salah satu bacaan tersebut kemanapun Anda pergi. Sehingga jika Anda terpaksa harus menghadapi situasi ‘stag’ seperti terjebak kemacetan, harus menunggu atau antri di suatu tempat, bacaan itu bisa membunuh kejenuhan Anda. Di saat-saat seperti ini bacaan yang bersifat ringan namun berbobot lebih tepat, misalnya berisi tentang pengetahuan populer atau tips-tips ringan yang bermanfaat. Hindari bacaan dengan topik berat yang membutuhkan analisa dan ketajaman berpikir. Bacaan semacam ini lebih baik Anda baca jika Anda memiliki waktu khusus agar Anda bisa menyerap isi bacaan secara maksimal.

Manfaatkan radio
Berbeda dengan televisi, dengan mendengarkan radio Anda masih dapat mengerjakan aktivitas lainnya seperti membersihkan rumah, memasak, menyetir mobil, dan lain-lain. Bandingkan dengan menonton TV, Anda tidak dapat mengerjakan hal lain saat menonton TV karena mata Anda terpaku pada acara yang ditayangkan. Saat Anda sibuk di kantor pun jika memungkinkan Anda masih bisa mendengarkan radio. Kalau Anda punya radio tape kecil bawalah ke kantor. Jika Anda terbiasa bekerja sambil mendengarkan bunyi-bunyian, bekerja sambil dengerin radio, asyik juga kan?

Browsing di internet
Di jaman canggih seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang menyediakan fasilitas internet bagi karyawannya. Jangan sia-siakan fasilitas ini. Di sela-sela kesibukan kerja Anda, sekali-kali tengoklah ‘dunia luar’ dengan mengunjungi situs-situs berita atau situs yang menampilkan informasi terkini. Dengan demikian walau sibuk Anda nggak akan ketinggalan berita.

Letakkan bacaan di tempat yang mudah terjangkau
Usahakan untuk menyimpan bacaan di tempat-tempat yang terjangkau. Misalnya Anda dapat meletakkan keranjang kecil berisi majalah atau koran di dalam mobil. Sehingga dalam perjalanan, Anda masih bisa menambah wawasan dengan bacaan tersebut. Atau Anda dapat meletakkan rak buku di samping tempat tidur Anda sehingga Anda dapat membaca menjelang tidur. Begitu juga di kantor, Anda bisa menyimpan buku-buku atau majalah Anda di laci meja Anda. Sehingga setiap kali ada kesempatan Anda bisa membacanya.

Sederhana bukan? Memang bahan-bahan bacaan dari berbagai media sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan Anda. Kalau Anda bisa memanfaatkannya dengan baik, sekalipun Anda sibuk berat, bukan tidak mungkin wawasan dan pengetahuan Anda akan selalu bertambah. Anda setuju…?

Cara Kelola E-mail Cerminkan Kepribadian

Penggunaan e-mail dalam kehidupan sehari-hari bagaikan dua sisi mata uang, bisa menjadi teman sekaligus musuh. E-mail bisa jadi sarana yang efektif untuk berkomunikasi, tapi tanpa disadari juga membuat waktu kita terbuang percuma hanya untuk membaca dan menghapus e-mail sampah yang masuk ke inbox.

Menurut Clea Badion, dari Robert Half International, konsultan sumber daya manusia, cara kita mengelola e-mail ternyata bisa mencerminkan kepribadian. Dalam hal ini ada dua tipe kepribadian, yakni si perfeksionis dan si penunda. Seperti apakah ciri-ciri mereka?

Si Perfeksionis

Mereka yang termasuk dalam tipe ini adalah pemuja kerapian. Oleh karena itu dia selalu punya cukup waktu untuk mengelola inbox-nya. Setiap ada e-mail baru yang masuk ia akan menghentikan pekerjaannya untuk memeriksa dan membaca e-mail, kemudian membalasnya atau menghapusnya bila yang masuk hanyalah e-mail sampah. Si perfeksionis adalah orang yang responsif dan ahli meng-organize pekerjaannya.

Hanya saja, bila sebentar-sebentar ia membaca e-mail yang masuk, produktivitasnya condong menurun. Bayangkan berapa banyak e-mail yang masuk setiap harinya. Alangkah sulitnya memfokuskan pikiran tetap pada pekerjaan, apalagi kalau kita punya beberapa alamat e-mail.

Mereka yang tergolong dalam tipe ini biasanya sulit berkata tidak dan ‘kebaikannya’ itu sering dimanfaatkan orang lain. Saran bagi si perfeksionis, buatlah skala prioritas bagi setiap e-mail yang masuk, tetapkan waktu, misalnya sehari dua kali, untuk mengecek inbox. Pilih e-mail yang benar-benar penting saja yang harus dibalas segera.

Si Penunda

Anda adalah orang yang santai, cenderung cuek, dan tak suka pada ketertiban. Si penunda tidak punya sistem pengelolaan e-mail dan sering malas, bahkan takut membuka e-mail. Mereka dalam tipe ini sering kali kesulitan mencari e-mail terbaru karena tidak pernah mengatur tampilan susunan e-mail yang masuk.

Yang mengherankan, kebanyakan orang dalam tipe ini merasa harus membalas setiap e-mail dengan jawaban yang panjang sehingga mereka sering malas membalas e-mail dengan alasan tak punya waktu untuk menulis. Akibatnya, banyak e-mail yang tidak diindahkannya.

Saran bagi si penunda, gunakan fasilitas sistem penyaringan e-mail sehingga lebih mudah membedakan mana e-mail yang benar-benar penting dan e-mail sampah, seperti spam atau iklan yang perlu dimasukkan dalam daftar hitam. Anda juga perlu membuat folder khusus, seperti folder untuk e-mail pekerjaan, pribadi, atau milis. Secara berkala, periksalah folder tersebut dan segera jawab e-mail yang membutuhkan respons cepat.