Oil & Gas Insurance

Berikut ini merupakan cakupan  dari Oil & Gas Insurance antara lain :

1. Property Damage Insurance
Asuransi ini mencakup semua sifat yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan minyak dan kontraktor pengeboran selama eksplorasi atau tahap produksi, dan ini digolongkan ke dalam kategori berikut:

a. Industrial All Risk
Ini mencakup seluruh aset minyak dan gas terkait, baik di lokasi darat atau lepas pantai, seperti Kilang Tanaman, Terminal, Storage Tank, Platform, dll

b. Pipeline All Risk Insurance
Ini mencakup semua jalur pipa minyak dan sistem distribusi gas.

c. Well Drilling Tools Floater Insurance
Ini menjamin pengeboran sumur, melayani, bekerja lebih, atau peralatan khusus terhadap kerugian fisik atau kerusakan dari penyebab eksternal.

d. Drilling Barge Insurance
Ini mencakup lambung dan mesin pengeboran tongkang termasuk semua alat dan peralatan.

2. Oil & Gas Construction Insurance
Ini mencakup konstruksi sementara atau permanen dan ereksi proyek

a. Konstruksi Platform / Storage Tanker / Kilang Pabrik.
b. Pemasangan Pipeline

3. Energy Exploration and Development Insurance
Hal ini menjamin biaya tambahan yang harus ditanggung oleh operator dalam kasus kerugian / kerusakan selama operasi baik. Kerugian bahwa asuransi yang meliputi antara lain adalah sebagai berikut:

a. Control Well Insurance
b. Redrilling / Operator Beban Extra.
c. Rembesan & polusi, membersihkan dan kontaminasi.

4. Marine Hull & Cargo Insurance

Asuransi ini meliputi lambung, mesin dan barang terkait dengan minyak dan produk gas.

5. Liability Insurance

a. Comprehensive General Liability / Automobile Liability Insurance
Ini mencakup kewajiban hukum diasuransikan’s terhadap setiap Pihak Ketiga dalam hal cedera tubuh disengaja dan / atau kerusakan properti yang timbul dari kegiatan diasuransikan

b. Workmen’s Compensation / Employeer Liability Insurance
Ini meliputi seluruh karyawan perusahaan diasuransikan termasuk kompensasi dan tanggung jawab hukum mengenai kerusakan terhadap cedera tubuh insidental dan / atau kematian selama kerja mereka kepada perusahaan diasuransikan sehubungan dengan bisnis dan hapenning selama periode asuransi.

c. Umbrella Catastropic Liability
Hal ini membebaskan perusahaan diasuransikan terhadap setiap Kewajiban Hukum yang dikeluarkan oleh perusahaan diasuransikan yang timbul dari operasi mereka / kegiatan dalam menghormati kontrak mereka.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di email wahyudin.rahman@asuransi.adira.co.id

Contractors All Risk Insurance

Contrators All Risk  merupakan bentuk asuransi yang menjamin kerugian karena kerusakan fisik yang diderita Tertanggung selama pelaksanaan proyek pekerjaan teknik sipil (umumnya). Kerusakan dan kerugian yang dijamin adalah sifatnya tiba-tiba, tak terduga dan terjadi di site (lokasi proyek)

Subyek yang dapat diasuransikan

Adalah pekerjaan proyek sesuai dengan kontrak, biasanya antara lain terdiri dari:

  1. Pekerjaan persiapan (Preparation work);
  2. Pekerjaan pelengkap (Temporary work);
  3. Pekerjaan utama (Permanent work);
  4. Alat-alat besar dan mesin-mesin lain yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan (Contractor’s plant and equipment);
  5. Biaya untuk membersihkan reruntuhan (Cost of clearance of debris);
  6. Tanggung jawab Hukum, terhadap pihak ketiga (Third party liability) meliputi cacat badan/meninggal dunia/biaya rumah sakit dan kerusakan harta benda pihak ketiga;
  7. Kerusakan/kerugian selama masa pemeliharaan (Maintenance period);
  8. Material handling yang di-supply oleh pemilik (Principal);
  9. Dan lain-lain.

Manfaat C.A.R. Bagi Tertanggung

Secara Umum:

Memberikan proteksi finansial atas kelangsungan proyek yang sedang dikerjakan oleh Tertanggung sehingga dapat diserah terimakan kepada pemilik proyek.

Secara Khusus:

  1. Membantu memperpendek jangkan waktu penundaan pekerjaan;
  2. Menyediakan cadangan finansial yang relatif kecil dan sudah diketahui besarnya (premi asuransi) untuk menanggulangi kerugian-kerugian besar yang sifatnya tiba-tiba dan tidak terduga;
  3. Memperkecil biaya tak terduga untuk cadangan menanggulangi Force majeure.

Yang dapat menjadi tertanggung

  1. Pemilik proyek (Principal/bouwheer/owner);
  2. Pelaksana/contactors;
  3. Sub-contractor;
  4. Contractor with sub-contractor secara bersama-sama.

Harga pertanggungan

  1. Sesuai harga kontrak pekerjaan;
  2. Harga material termasuk yang di-supply oleh pemilik;
  3. Nilai plant and machinery/equipment.

Jangka waktu pertanggungan

Dimulai dari barang-barang dibongkar di site permulaan pelaksanaan/permulaan kontrak, selama pembangunan dan berkahir setelah proyek selesai dan diserahterimakan kepada pemilik proyek. Pertanggungan biasanya menjamin selama jangka waktu pemeliharaan.

Risiko-risiko yang dijamin

Hampir semua risiko, kecuali yang disebutkan sebagai pengecualian (exclusion) di dalam Polis C.A.R., antara lain MENJAMIN kerugian akibat:

  1. Kebakaran/Fire;
  2. Disambar petir/Lightning;
  3. Peledakan/Explosion;
  4. Tertimpa pesawat terbang/Crashing of Aircraft;
  5. Karena pemadaman kebakaran/Extinguish water;
  6. Kebanjiran/Flood/Inundation;
  7. Hujan/Rain;
  8. Ombak besar/Tsunami;
  9. Angin ribut/Windstorm;
  10. Gempa bumi/Earthquake;
  11. Tanah runtuh, rengkah/Landslide, Rockslide;
  12. Pencurian dengan bongkar paksa/Burglary;
  13. Ketidakterampilan pekerja/Bad workmanship;
  14. Lalai/Negligence, Carelesness;
  15. Kesalahan karena manusia/Human error dan sebagainya.

Risiko-risiko yang tidak dijamin (Exclusion)

Secara normal karena hal-hal seperti:

  1. SRCC (Strikes, Riot and Civil Commotion), tetapi dapat juga dijamin sebagai perluasan *);
  2. Kesengajaan/Wilfull act;
  3. Nuklir dan radiasinya;
  4. Akibat penghentian pelaksanaan proyek (Cassation of work);
  5. Salah perencanaan(Fault design) dan segala akibatnya;
  6. Denda/Penalty;
  7. Inventory losses;
  8. Kerugian pada gambar, dokumen-dokumen berharga, uang, dan lain-lain.

*) Dalam batas-batas tertentu risiko-risiko ini dapat dijamin dengan tambahan premi.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di email wahyudin.rahman@asuransi.adira.co.id

Fire Insurance

Asuransi kebakaran merupakan suatu bentuk asuransi yang menjamin kerugian dan kerusakan akibat terjadi kebakaran atau risiko perluasannya yang menimpa obyek pertanggungan.

Harta Benda Yang Dapat Diasuransikan

  1. BANGUNAN, rumah tinggal, toko/pertokoan, bengkel, pasar, hotel, kantor, apartement, bioskop, pabrik, gudang dan lain-lain;
  2. Barang/alat/mesin yang disimpan/dipasang dalam bangunan seperti alat rumah tangga, mesin-mesin pabrik, peralatan mekanikal/elektrikal gedung, dan lain-lain;
  3. Barang-barang dagangan/stok yang disimpan dalam bangunan.

Harta Benda Yang Dikecualikan

Kecuali secara tegas dinyatakan lain dalam polis, asuransi ini tidak menjamin :

  1. Barang orang lain yang disimpan dan atau dititipkan atas kepercayaan atau atas dasar komisi;
  2. Logam mulia, perhiasan, batu permata atau batu mulia;
  3. Barang antik atau barang seni;
  4. Segala macam naskah, rencana, gambar atau desain, pola, model atau tuangan dan cetakan;
  5. Efek-efek, obligasi, saham atau segala macam surat berharga dan dokumen, perangko, materai dan pita cukai, uang kertas dan uang logam, cek, buku-buku usaha dan segala catatan sistem komputer;
  6. Segala macam bahan peledak.

Yang Menjadi Tertanggung

  1. Pemilik/wakil pemilik;
  2. Penyewa;
  3. Bank/Financial institution/Pemberi kredit;
  4. Contractor dan Sub-contractor secara bersama-sama

Harga Pertanggungan

  1. BANGUNAN, didasarkan pada Nilai Wujar bangunan tidak termasuk harga tanah;
  2. Mesin/Peralatan dalam bangunan didasarkan pada Nilai Wajar;
  3. Barang Dagangan didasarkan pada harga beli barang tersebut;
  4. Stok dalam pebrik.gedung;
  5. Bahan Baku didasarkan pada harga beli di lokasi pertanggungan;
  6. Barang dalam proses didasarkan pada harga beli ditambah biaya proses produksi;
  7. Barang Jadi didasarkan pada harga bahan baku ditambah biaya proses produksi (tidak termasuk keuntungan yang diharapkan).

Jangka Waktu Pertanggungan

= Jangka waktu pertanggungan biasanya satu tahun (tahunan), kecuali diperjanjikan lain.

Risiko Yang Dijamin

  1. Kebakaran (Fire);
  2. Sambaran petir (Lightning);
  3. Ledakan karena tekanan uap, gas, kimia (Explosion);
  4. Kejatuhan pesawat terbang atau benda yang terjatuh dari pesawat terbang (Crashing of aircraft);
  5. Asap.

Peluasan Jaminan

Dengan permintaan khusus dan pembayaran premi tambahan, jaminan polis dapat diperluas dengan risiko-risiko sebagai berikut :

  1. Akibat bencana alam gempa bumi (Earthquake);
  2. Letusan gunung berapi (Volcanic eruption);
  3. Kebanjiran (Flood/Inundation);
  4. Ombak besar (Tsunami);
  5. Angin ribut (Windstorm).

Risiko Lain Yang Dapat Merupakan Perluasan Tambahan Jaminan

  1. RMSD (Riots, Strike, Melicious Damage);
  2. Terbakar sendiri (Self combustion);
  3. Biaya pembersihan puing-puing;
  4. Tanah longsor.

Risiko Yang Tidak Dijamin, Antara Lain :

  1. Kebakaran atau ledakan dari api yang timbul sendiri (Self combustion) atau hubungan arus pendek (Short circuit) atau yang timbul dari sifat barang itu sendiri (Inherent vice);
  2. Pencurian dan/atau kehilangan pada saat dan setelah terjadinya peristiwa yang dijamin polis;
  3. Kesengajaan Tertanggung, pelayanan atau karyawan Tertanggung atau perbuatan yang disengaja oleh orang lain atas perintah Tertanggung;
  4. Risiko-risiko akibat reaksi nuklir.

Asuransi Motopro (Kendaraan Roda 2)

Logo Motopro

Motopro

Masihkah Anda merasa kuatir kehilangan sepeda motor Anda yang sedang diparkir di pusat keramaian, atau bahkan di halaman rumah Anda sendiri? Masihkah Anda merasa kuatir mengalami kecelakaan ketika sedang mengendarai sepeda motor, meskipun Anda sendiri sudah berhati-hati?

Kini Anda dapat bernafas lega, karena PT. Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menawarkan solusi yang dapat meringankan kekuatiran Anda. Adira Insurance menawarkan produk Asuransi Sepeda Motor dengan nama motopro, yang dapat melindungi sepeda motor Anda sekaligus juga dapat melindungi diri Anda.

Jaminan

1. Total Loss Only  untuk Casco/kendaraan roda 2 yang mengalami kerusakan 75% atau lebih dari nilai pasar kendaraan tersebut

2. Personal Acident merupakan jaminan akibat kecelakaan apapun bagi tertanggung yang menyebabkan kematian atau cacat tetap maksimal Rp. 20 juta selama masa pertanggungan

3. Medical Expense merupakan penggantian biaya pengobatan bagi tertanggung akibata kecelakaan berkendara dengan penggantian minimum Rp. 150 ribu dan maksimum Rp. 1.5 juta selama masa pertanggungan

Usia kendaraan : Max. 7 Tahun

Risiko Sendiri/ Own Risk : Rp. 100.ooo

Rate Premium : 2.8% untuk 1 tahun pertanggungan

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di email wahyudin.rahman@asuransi.adira.co.id

Alhamdulillah, AAAIK

Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan Ahli Ajun Asuransi Kerugian (AAAIK)  dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) dan ini awal dari perjuangan untuk memasuki dunia asuransi yang masih perlu di telusuri lebih detail dan kompleks serta masih banyak hal yang harus  dipelajari untuk mendapatkan sesuatu hal yang berbeda

Banyak bermacam  Tenaga Ahli di asuransi diantaranya adalah AAAIK dan AAIK yang dikeluarkan oleh AAMAI, ini merupakan hal standar yang harus dipenuhi untuk para pelaku  profesi di Industri Asuransi sesuai peraturan yang dikeluarkan dimana setiap cabang perusahaan asuransi harus memiliki Tenaga Ahli Asuransi di bidang Asuransi.

Oleh karena itu marilah kita sama – sama khususnya para Praktisi Asuransi untuk memajukan Industri Asuransi Indonesia dan bersaing dengan Indstri Asing yang siap meramaikan AFTA 2012

Autocilin Ikhlas Syariah membuat peserta menjadi ekonomis

Salah satu produk unggulan Adira Syariah, yakni Autocilin Ikhlas. Autocilin Ikhlas merupakan perlindungan kendaraan roda empat anda dari segala kerusakan serta kehilangan yang terjadi selama masa pertanggungan. Produk ini bersistem Syariah dengan keutamaan Premi Ikhlas selain Sistem Profit Sharing di akhir Pertanggungan jika tidak ada klaim, Premi Ikhlas merupakan suatu premi yang tak dibayarkan 100% dari premi bruto yang diberikan, sistem ini dapat dibayarkan oleh peserta 90% sampai 60%, selain itu Autocilin Ikhlas ini memiliki fitur yang komplit dalam satu paket tentunya sesuai kebutuhan peserta yang inginkan.

Oleh karena itu bergabung lah bersama kami, karena kami dapat memberikan yang terbaik dari lebih baik untuk kepuasan dan perlindungan mobil anda.

When Your Insurance Denies Your Claim

Jika Anda telah mendapat penolakan dari perusahaan asuransi Anda tentang klaim, Anda bukan satu-satunya. Mendapatkan klaim anda dibayarkan oleh perusahaan asuransi Anda dapat menjadi seperti sebuah adegan dari David dan Goliath. Anda mungkin merasa sendirian saat Anda mencoba untuk mendapatkan “besar, berarti perusahaan asuransi” untuk menutupi klaim Anda. Belajar semua yang Anda dapat tentang bagaimana perusahaan asuransi akan melayani Anda dengan baik dalam jangka panjang.

Pertama, Anda harus memahami kebijakan Anda di dalam dan luar. Review secara teratur untuk memastikan bahwa Anda tahu persis apa yang ditutupi dan apa yang tidak. Jika Anda memiliki pertanyaan, hubungi perusahaan asuransi Anda dan meminta mereka menjelaskan kebijakan kepada Anda dengan jelas. Pastikan Anda mengerti semua pengecualian dan keterbatasan. Juga, pergi ke bagian yang menjelaskan bagaimana untuk mengajukan banding klaim.

Bila Anda menerima perawatan, pastikan Anda mengetahui penyedia yang ditutupi dan apa yang tidak. Selain itu, dokter menangani banyak pasien dan mereka tidak dapat mengingat detail setiap pasien dengan sempurna. Ingatkan dokter anda jika dia ingin pergi ke depan dengan prosedur yang Anda tahu operator Anda tidak akan menutupi.

Mengikuti ketentuan kebijakan Anda dengan cermat. Jika kebijakan Anda mengharuskan Anda mendapatkan izin sebelumnya untuk suatu prosedur atau sebelum pergi ke dokter spesialis, ini penting bahwa Anda mengikuti panduan tersebut. Jangan membuat asumsi. Selalu cek dulu.

Jika Anda ditolak cakupan, meninjau semua dokumen dengan hati-hati. Mengatur segala sesuatu sehingga mudah untuk mengakses dan masuk akal untuk Anda. Kemudian, hubungi perusahaan asuransi nomor layanan pelanggan. Tanyakan wakil tentang penolakan Anda baru saja menerima dan notate semua rincian percakapan.

Sering kali, penyangkalan cakupan disebabkan oleh beberapa kesalahan administrasi. Ini biasanya dapat diselesaikan setelah telepon pertama. Jika penolakan terus berlanjut dan tidak karena kesalahan, lalu minta bon yang terperinci dari selular Anda dan pergi ke setiap biaya. Jika ada biaya untuk layanan yang tidak dikirimkan, segera hubungi penyedia dan memiliki tagihan disesuaikan.

Jika penolakan adalah sah dan karena prosedur yang mereka anggap tidak perlu atau eksperimental, kemudian meminta review formal klaim Anda. Anda bisa mendapatkan secara spesifik dari perwakilan layanan pelanggan. Lalu mengirim surat bersertifikat menyatakan kasus Anda secara tertulis dan meminta tanda terima. Lakukan ini segera karena banyak perusahaan asuransi sering memiliki batas waktu naik banding.

Jika, pada akhirnya, Anda merasa Anda telah kehabisan semua kemungkinan, hubungi departemen negara untuk mendapatkan bantuan asuransi. Setiap negara memiliki departemen untuk membantu konsumen dengan sengketa dengan perusahaan asuransi

Using the Internet to save on your insurance

Internet merupakan tempat untuk menemukan kesepakatan yang baik. Hal ini berlaku apakah Anda membeli kamera digital baru atau beberapa produk keuangan seperti polis asuransi. Internet menghilangkan batas-batas fisik jangkauan dan memungkinkan lebih banyak pilihan untuk konsumen pada pasar untuk membeli polis asuransi mereka.

Sebelum Internet menjadi populer untuk membeli asuransi Anda harus baik membuat panggilan telepon ke broker asuransi atau kunjungi kantor broker asuransi lokal. Karena proses ini sangat lambat dan mubazir Anda hanya bisa menghubungi sejumlah kecil agen dan dengan demikian mendapatkan kutipan dari sejumlah kecil perusahaan asuransi. Hasilnya tentu saja pasokan yang relatif kecil yang berakhir dengan kurang persaingan dan harga yang lebih tinggi.

Internet telah mengubah cara di mana konsumen membeli asuransi. Yang pertama dan paling perubahan penting yang sering kurang terlihat di adalah kemampuan konsumen untuk melakukan riset dan belajar tentang asuransi bahwa mereka akan membeli. Tidak ada keraguan bahwa pendidikan adalah kunci untuk semua yang kami lakukan dalam hidup dan saat berbelanja untuk polis asuransi yang dapat produk yang rumit dengan banyak jebakan pendidikan sangat penting. Internet membuka cara baru bagi konsumen untuk mendidik diri mereka sendiri tentang asuransi. Mereka dapat memilih untuk pergi ke banyak situs web perusahaan asuransi dan membaca agunan mereka menggambarkan kebijakan berkali-kali juga bisa diam-diam pergi ke atas cetakan baik kebijakan tersebut. Mereka juga dapat berpartisipasi di banyak forum online dan lain yang serupa kelompok-kelompok sosial di mana konsumen seperti mereka dapat berbicara satu sama lain dan saling menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan asuransi. Mereka dapat memilih untuk menghubungi asuransi melalui email atau pada situs web mereka kontak formulir ini untuk mengajukan pertanyaan spesifik dan mendapatkan informasi. Mereka juga dapat pergi ke salah satu situs web pemerintah yang menyediakan peraturan dan informasi lain yang relevan. Dan mereka juga bisa memutuskan untuk membaca informasi tentang situs web asuransi seperti Wikipedia yang menyediakan informasi yang relatif objektif tentang asuransi yang berbeda dan apa yang konsumen harus mencari saat membeli kebijakan.

Setelah mendidik diri konsumen bisa pergi ke langkah berikutnya mencari tempat untuk membeli kebijakan. Keputusan harus didasarkan pada keseimbangan antara harga dan pelayanan karena setelah semua polis asuransi yang anda beli tidak berarti jika ketika amit-amit Anda perlu mengajukan klaim layanan akan buruk dan asuransi akan melakukan yang terbaik untuk tidak membayar. Adapun harga Internet telah membuka berbagai opsi untuk memeriksa harga asuransi. Tidak ada lagi yang perlu Anda buang waktu mahal untuk berbelanja di sekitar harga yang berbeda. Internet menyediakan cara cepat untuk perbandingan harga asuransi.

Ada banyak situs web internet yang menyediakan perbandingan harga untuk polis asuransi. Kunjungi salah satu situs web dan memasukkan rincian asuransi yang Anda perlukan misalnya untuk auto insurance masukkan informasi untuk jenis mobil mengemudi anda memiliki umur sejarah dan seterusnya. Anda juga harus memasukkan deductible dan informasi asuransi lainnya untuk memastikan Anda membandingkan harga untuk produk yang sama persis. Setelah selesai mengisi rincian satu-satunya yang tersisa untuk Anda lakukan adalah klik tombol kirim dan dalam kedua atau sehingga Anda akan mendapatkan daftar sejumlah besar perusahaan asuransi dan harga yang mereka akan mengutip untuk asuransi. Jika Anda sudah siap, Anda dapat mengklik salah satu asuransi tersebut dan Anda akan dibawa ke situs Web perusahaan asuransi di mana Anda dapat membeli kebijakan secara elektronik.

Oleh : Wahyudin Rachman

Mortgage Protection Insurance: What to Look Out For

Mortgage Payment Protection Insurance (MPPI) adalah suatu bentuk asuransi yang dirancang untuk menutupi pembayaran hipotek Anda, kalau-kalau sesuatu terjadi menyebabkan Anda kehilangan penghasilan Anda.

Anda mungkin menemukan bahwa ketika Anda mengambil hipotek, kreditur Anda secara otomatis menawarkan MPPI. Kadang-kadang mereka mencoba untuk memberikan kesan bahwa itu wajib. Tapi jangan biarkan diri Anda diganggu untuk mengambil kebijakan mereka kecuali jika Anda yakin itu yang terbaik. Anda dapat sering mendapatkan kesepakatan yang lebih baik oleh pusat perbelanjaan di sekitar.

Mungkin Anda merasa bahwa Anda tidak ingin melakukan ini. Mengambil kredit bisa menjadi panjang, melelahkan dan memakan waktu pengalaman. Itu sangat menggoda untuk mengambil kebijakan menawarkan pemberi pinjaman Anda, dan bukannya memulai suatu proses panjang. Terutama jika Anda tidak benar-benar tahu apa yang Anda cari.

Namun Anda bisa benar-benar menghemat uang dengan belanja sekitar. Tentu saja Anda ingin menemukan premi terendah – tetapi tingkat premi bukan satu-satunya faktor. Berikut adalah beberapa petunjuk untuk membantu Anda tahu apa lagi yang harus diwaspadai.

* Tidak seperti kebanyakan bentuk-bentuk lain dari asuransi, polis asuransi perlindungan mortgage biasanya mengabaikan usia, kesehatan, merokok / non-merokok dll Hanya beberapa memberikan kecepatan penurunan untuk kelompok umur yang lebih muda – di bawah 30 atau di bawah 40 tahun – jadi jika ini berlaku untuk Anda, it’s worth checking out ini.

* Kapan membayar? Kebanyakan asuransi perlindungan hipotek tidak mulai membayar keluar sampai satu bulan, atau kadang-kadang dua bulan, setelah masalah (kecelakaan, redundansi, atau apa pun) dimulai. Sekarang ada beberapa yang backdate pembayaran ke hari 1, sehingga Anda mungkin lebih suka untuk memilih salah satu dari mereka.

* Apakah yang dimaksud dengan istilah pembayaran? Kebanyakan polis asuransi perlindungan hipotek membatasi jangka pembayaran – biasanya sampai 12 bulan. Mereka memperhitungkan bahwa kebanyakan orang akan telah menemukan pekerjaan lain, sembuh dari penyakit mereka, atau diperoleh manfaat negara saat itu. Tapi ini tidak selalu terjadi. Cobalah untuk menemukan satu yang akan membayar untuk selama mungkin – setidaknya dua tahun.

* Berapa maksimum tingkat pembayaran? Beberapa pembayaran hipotek polis asuransi perlindungan meletakkan langit-langit pada jumlah pembayaran bulanan mereka selama periode pembayaran. Jika Anda memiliki kredit yang lebih besar, atau jika tingkat bunga meningkat, jumlah ini mungkin tidak akan cukup untuk menutupi cicilan Anda. Cobalah untuk mencari tahu apa kebijakan pembayaran.

Kadang-kadang bisa sangat sulit untuk mencari tahu apa kebijakan pembayaran pada berbagai kebijakan asuransi perlindungan hipotek. It’s worth konsultasi broker untuk memastikan Anda menemukan kesepakatan terbaik.

salam

Wahyudien Rachman

Indonesia Kiblat Asuransi Syariah Dunia

Asuransi Syariah kini semakin berkembang. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 1994, hingga saat ini jumlah industri asuransi syariah mencapai 39 perusahaan dengan ratusan cabang tersebar di seluruh Indonesia. Kendati demikian, pangsa pasarnya yang masih dibawah lima persen, dipastikan akan terus berkembang di masa depan.

Muhammad Syakir Sula, praktisi sekaligus konsultan asuransi syariah, menjelaskan, melihat pertumbuhannya yang demikian pesat, Indonesia berpotensi menjadi kiblat asuransi syariah dunia. Hal ini dikarenakan dukungan dan potensi yang sangat besar yang dimiliki Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 85 persen lebih umat Islam dari 230 juta jiwa, merupakan pangsa pasar terbesar di dunia bagi industri asuransi syariah.

“Kini, tantangannya adalah meyakinkan umat Islam untuk melek asuransi syariah. Karena, manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat Islam secara keseluruhan bila dibandingkan dengan asuransi konvensional,” kata Ketua Umum IIIS (Internasional Islamic Insurance Society), kepada Syahruddin El Fikri dari Republika.

Berikut petikan wawancara dengan pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan, 12 Pebruari 1964 ini.

Bisa dijelaskan sejarah munculnya asuransi dalam Islam?

Pratek yang mirip-mirip asuransi itu sudah ada sejak awal Islam. Memang  tidak ada hadis yang secara eksplisit menyebut asuransi, misalnya Nabi bersabda: qola Rasulullah saw at-ta’min halalum (asuransi itu halal, boleh). Itu tidak pernah disebutkan. Tetapi praktek yang mirip-mirip dengan asuransi ada, misalnya sistem aqila seperti yang disebut oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, ketika mengutip hadis Shohih Bukhari, dimana sistem aqilah yang mirip-mirip dengan sistem asuransi itu, disahkan oleh Rasulullah  menjadi bagian dari hukum Islam. Sejak itulah sistem aqilah yang mirip praktek asuransi itu berlaku.

Bagaimanan praktek aqilah tersebut?

Aqilah sebenarnya dipraktekkan oleh masyarakat Arab pada  zaman pra Islam. Ketika itu, apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia dan mempunyai tanggungan, misalnya melakukan pembunuhan, maka anggota keluarga lainnya berkewajiban menanggung dendanya (diyat). Selain dasar tersebut, dasar hukum lainnya yang bisa dijadikan patokan adalah kebutuhan masyarakat di zaman modern.

Hampir semua pekerja, buruh, karyawan, tentara secara otomatis diasuransikan ke Astek, Askes, Jamsostek, dan Asabri. Kalau Anda pegawai negeri, yang mengelola pensiun, dan jaminan kesehatan Anda adalah asuransi dana pensiun dan Askes.

Karena itu, sangat sulit menghindari asuransi. Istilahnya asuransi sekarang sudah menjadi kebutuhan , baik untuk jiwa, kesehatan, harta benda, dan lainnya.

Tapi ada ulama yang memandang, asuransi itu mengandung unsur maisir (judi), gharar (samar), dan riba (berlebih)?

tu benar. Karena itu, para ulama dan pakar syariah berfikir keras mencari solusi,  agar hal-hal yang haram dalam praktek asuransi konvensional itu dihilangkan. Bahkan, dengan melihat  maslahah (kemaslahatan), sebagian ulama kemudian membolehkan asuransi konvensional, khususnya asuransi sosial.   Dan karena waktu dulu belum ada asuransi syariah maka asuransi konvensional dibolehkan, dengan alasan darurat. Dan sekarang karena asuransi syariah sudah makin banyak, tentu saja hukumnya menjadi berbeda.

Sejak kapan muncul istilah asuransi syariah dan mulai dipraktekkan dengan sistem medern seperti sekarang ini termasuk di Indonesia?

Sistem asuransi atau  ad-diyah alal aqilah sudah ada sejak zaman Nabi kemudian turun temurun tetap ada dalam implementasi syariah Islam sampai kepada sistem kekhalifahan yang paling terakhir yaitu kekhalifahan Utsmaniyah di Turki yang diruntuhkan oleh Kemal Attatur pada tahun 1920 an. Setelah itu sistem aqilah hilang ditelan bumi. Kemudian pada Mu’tamar Ekonomi Islam tahun  1976 di Mekah dan Majma’ al-Fiqh al Islami al ‘alami (Kesatuan Ulama Figh Dunia) tahun 1985 memutuskan bahwa asuransi konvensional yang kita kenal selama ini bertentangan dengan syariah alias hukumnya haram, dan merekomendasikan   mendirikan asuransi ta’awuni atau takaful  (Asuransi Syariah).

Merespon  Fatwa ulama tersebut maka pada tahun 1979 pertama kalinya dikenalkan asuransi syariah dalam versi modern yaitu dengan berdirinya  Islamic Insurance di Sudan. Di Indonesia sendiri asuransi syariah pertama, yaitu Asuransi Takaful baru berdiri tahun 1994, kira-kira dua tahun setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Saat ini Indonesia sudah ada 39 Perusahaan asuransi yang beroperasional secara syariah dari 50 perusahaan yang sudah mendapat rekomendasi dari DSN MUI.

Hal-hal apa saja yang bisa diasuransikan menurut Islam?

Secara teori, semua objek asuransi mestinya bisa diasuransikan. Tetapi semakin tinggi resiko suatu objek asuransi, semakin tinggi pula tingkat garar (ketidakjelasan) dan tingkat gambling (judi) nya. Karena itu asuransi syariah  khususnya kerugian sepatutnya menghindari objek asuransi yang high risk (resiko tinggi), karena objek asuransi itu gharar-nya besar dan gambling-nya juga besar. Jadi sebetulnya semua produk-produk asuransi konvensional bisa di “syahadatkan “ ha ha ha…

Sekarang banyak pemain dalam industri Asuransi syariah, baik di Indonesia maupun di dunia. Berapa besar potensi yang seharusnya bisa diserap industri asuransi syariah?

Di dunia sekarang ini kira-kira sudah ada sekitar 200 an asuransi syariah, umumnya mereka menyebut dengan nama asuransi takaful atau islamic insurance. Memang rada aneh juga, cuma Indonesia yang menyebut dengan asuransi syariah. Takaful justru lebih banyak di negara-negara non muslim, seperti Luxemborg, Singapure, Australia, United Kingdom, Sri Langka, USA,  dan sebagainya.

Ke depan asuransi syariah akan menjadi trend asuransi di dunia. Lihat saja negara-negara seperti Singapura, Hongkong dan Inggris dengan Loyyd, ingin menjadi hub sharia business. Mereka berlomba-lomba menarik investor Timur Tengah dengan membuatkan skim-skim syariah, dengan membuatkan regulasi yang memudahkan, termasuk kemudahan dalam aspek perpajakan.

Bandingkan dengan Indonesia yang terkenal dengan pajak gandanya itu. Lucu kan satu-satunya negara di dunia yang mengenakan pajak ganda untuk produk syariah hanya Indonesia. Sudah begitu bangga pula tuh orang-orang pajak.

Dari pangsa pasar, mengapa market share asuransi syariah masih kecil dibandingkan asuransi konvensional?

Karena pemerintah kita belum concerned dengan pengembangan asuransi syariah. Saya tidak melihat keberpihakan pemerintah, kecuali sebatas sebagai regulator saja dalam mengawasi. Mungkin menunggu asuransi konvensional bangkrut dulu karena ditempa krisis seperti AIG di Amerika, atau menunggu ditutup karena terkena negative spread seperti asuransi jiwa terbesar di Jepang,  Kyo Life dan Nippon Life belasan tahun yang lalu, baru kemudian sadar dan ada keberpihakan pada asuransi syariah.

Mereka lupa 80% penduduk negeri ini muslim dan membutuhkan asuransi yang halal. Dan itu tugas pemerintah yang digaji oleh rakyat untuk memberi pelayanan yang terbaik dan diperlukan rakyat.

Jadi, pemerintah harus turut mendorong pertumbuhan asuransi. Seperti Malaysia, masyarakat yang antre membeli  produk asuransi. Begitu juga dengan pemerintahnya, mereka memprioritaskan proyek-proyek agar ke asuransi syariah. Mereka bikin undang-undang Takaful yang disebut ‘Takaful Act” sebelum industri asuransi syariah berdiri.

Di Indonesia asuransi syariah hanya dicantolkan satu dua pasal dalam KMK (Keputusan Menteri Keuangan) dan Peraturan Pemerintah.  Kita usulkan supaya ada undang-undang asuransi menyusul Undang-Undang Perbankan Syariah, tapi pemerintah bilang asuransi masih kecil jadi belum perlu. Jadi cara berfikir pemerintah memang terbalik. Tidak melihat ini peluang , tunggu bubar dulu konvensionalnya kali  ha ha ha.

Dulu Anda pernah mengatakan dan sangat terobsesi menjadikan Indonesia sebagai kiblat dunia untuk asuransi syariah. Apa yang melatar belakangi pemikiran tersebut?

Sebenarnya itu bukan kata saya, tapi  pendapat beberapa kawan direksi-direksi asuransi syariah dari luar negeri ketika kami ada Insurance Congress di Bali beberapa tahun Silam.

Mereka bilang pak Syakir dalam waktu 10 tahun ke depan Indonesia justru yang akan menjadi kiblat asuransi syariah di dunia, bukan Malaysia dan bukan juga Jeddah. Itu yang ngomong CEO Takaful Ikhlash Malaysia dan CEO Takaful Jeddah. Di situ ada juga dari Takaful Singapura. Mereka bilang, sambil becanda, … “tapi kalau Indonesia tak berkenan tak apalah kami saja Singapura yang jadi kiblat katanya,  nanti kami bikinkan banyak-banyak cabang  Takaful Singapura di Indonesia”.  Gila gak?  Ini tantangan buat bangsa Indonesia. Karena itu, saya pun terobsesi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblatnya dunia untuk asuransi syariah.

Apa saja potensi yang bisa mendorong Indonesia menjadi kiblat sebagai asuransi syariah dunia?

Pertama, kita adalah negara terbesar berpenduduk muslim di dunia. Sedangkan konsep syariah seperti mudharabah (bagi hasil) atau di pedesaan dikenal dengan maro, matelu, itu kan konsepnya rakyat, petani, dan peternak asli Indonesia. Dengan regulasi yang cukup, sosialisasi yang memadai, keberpihakan dari pemerintah dan DPR, konsep syariah akan berkembang pesat.

Kedua, saat ini dengan tingkat income per kapita yang ada, penduduk Indonesia baru sekitar 12 persen yang berasuransi. Artinya, peluang pasarnya masih sangat besar ke depan. Anda bayangkan jika produk asuransi syariah dibikin lebih customized, berdasarkan kebutuhan masyarakat, saya yakin asuransi syariah akan meningkat dengan pesat bersamaan dengan semakin naiknya income per kapita.

Ketiga, saat ini sebetulnya premi asuransi (konvensional dan syariah) cukup besar tetapi yang menikmati adalah reasuransi luar negeri. Karena kapasitas asuransi dan reasuransi di Indonesia masih sangat kecil, sehingga premi asuransi general insurance  seperti oil & gas, mungkin sampai 60-70 persen  mengalir ke luar negeri melalui instrumen reasuransi. Jadi usul saya kalau reasuransi syariah disatukan dan di perbesar modalnya oleh pemerintah, maka sebagian dari yang 70 persen capital fly tadi, bisa ditahan di Indonesia.

Apa saja kendala yang dihadapi asuransi syariah ?

Kendala utama aspek permodalan. Umumnya asuransi syariah yang berbentuk divisi yang berdiri di awal-awal modalnya sangat kecil. Bayangkan mau bisa cover apa divisi/cabang syariah dengan modal awal cuma 2,5 milyar. Mau bisa promosi apa asuransi yang modalnya “dengkul”, maaf. Itu yang membuat susah bersaing dengan konvensional.

Ada perusahaan asuransi yang preminya saja dalam satu tahun 1 triliun, tapi bikin divisi syariah hanya memberi modal 5-10 milyar. Itu kan gak serius namanya. Mereka buka divisi syariah, hanya mau menampung nasabah yang sudah ada, jangan sampai lari, jadi dibuatkan  penampungnya, yaitu cabang syariah. Tapi kaitan masalah modal ini,  sudah diatur cukup baik oleh depkeu. Jadi saya juga secara jujur bilang kebijakan ini sejak 2008 sudah ada regulasi yang baik dari  Bapepam LK.

Secara umum, masyarakat kita belum begitu ‘melek’ tentang asuransi. Bahkan, pandangan yang didapat, justru menempatkan asuransi sebagai pihak yang kurang diminati. Mengapa demikian?

Sekarang ini bersamaan dengan pesatnya teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan hidup, pemahaman dan kebutuhan masyarakat terhadap asuransi sudah semakin baik. Persoalannya sekarang adalah kemampuan untuk menyisihkan penghasilan yang masih pas-pasan untuk berasuransi.

Saya kira juga citra negatif pelaku industri asuransi khususnya ‘oknum sales’, sudah semakin kecil. Mereka mulai bekerja secara profesional,  terutama dengan masuknya asuransi tingkat dunia seperti Allianz, Prudencial, Manulife, AIG, dan lain lain, citra pelayanan asuransi sudah semakin baik.

Perusahaan-perusahaan lokal juga sudah cukup banyak yang bisa bersaing secara profesional dengan yang besar-besar tadi.

Praktek marketing  menyimpang, seperti yang saya sebut dalam buku “Marketing Bahlul” saya,  sesungguhnya tidak didominasi oleh industri asuransi lagi. Prilaku-prilaku menyimpang itu, baik dari segi moral maupun riswah (suap), saat ini justru banyak terjadi di bidang bisnis lainnya.

Ada kesan di masyarakat, industri asuransi hanya cocok buat masyarakat kelas menengah keatas. Sementara untuk masyarakat kelas bawah tidak. Bagaimana menurut pandangan Islam hakikat dan tujuan asuransi sesungguhnya?

Yah memang masih ada kesan seperti itu, tapi ini lambat laun bersamaan dengan sosialisasi tentang fungsi asuransi akan semakin bergeser. Di atas tadi sudah saya jelaskan betapa banyak fungsi asuransi seperti kesehatan, kecelakaan, kematian, yang  justru untuk masyarakat kelas bawah. Asuransi sosial seperti jamsostek, astek, askes, asabri, itu kan asuransi untuk menengah kebawah semua. Cuma masyarakat gak tau kalau itu sebetulnya menggunakan mekanisme asuransi.

Produk lain, yang  perlu menjadi perhatian industri asuransi sekarang adalah micro insurance. Ini pangsa pasarnya sangat sangat besar dan sama sekali belum tergarap, yaitu asuransi yang ditujukan untuk tukang cendol, tukang combro, pedagang kaki lima, sektor informal, petani, pedagang kecil, dan lain lain. Produk ini sedang dikembangkan teman-teman di beberapa kabupaten di Jawa Barat, namanya Asuransi Takmin. Ini produk inovatif untuk masyarakat tingkat bawah.

Apa hal yang paling pokok perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional?

Banyak yang bilang produk syariah itu sama saja dengan produk konvensional. Termasuk asuransi syariah. Sayang bilang pandangan itu keliru. Pak Kyai Ma’ruf Amin, Ketua DSN MUI, malah pernah bilang … “bedanya sama dengan antara langit ke tujuh dengan sumur bor”. Tentu beliau bercanda. Tapi saya sebagai praktisi syariah membetulkan statemen itu, karena secara operasional memang berbeda.

Perbedaan prosesnya dalam rangka menghilangkan hal-hal terlarang oleh syariah dalam praktek asuransi konvensional. Jadi dalam istilah santri menghilangkan illat-nya atau alasannya  mengapa konvensional itu diharamkan.

Jika dilihat dalam aspek syariah, perbedaannya karena dalam asuransi syariah tidak ada lagi hal-hal yang terlarang seperti gharar, maisyir, dan riba.  Dari segi ekonomi, produk-produk asuransi syariah jauh lebih unggul dibanding konvensional.

Saat ini asuransi konvensional menerapkan istilah ‘NO CLAIM BONUS’ sebagai ‘lawan’ dari konsep yang dijalankan asuransi syariah dengan sistem bagi hasil, dimana peserta bisa menikmati “bagi hasil” diakhir masa kontrak. Menurut Anda?

Yah no claim bonus di konvensional sering dijadikan “senjata” untuk melawan asuransi syariah di market. Tapi sebetulnya no claim bonus itu ‘serupa tapi tak sama’ dengan mudharabah (bagi hasil) di syariah. Memang sama-sama memberikan  kembalian alias bagi hasil jikalau tidak ada klaim atau masih ada selisih antara premi dan klaim secara keseluruhan di akhir masa kontrak. Sampai disitu sama. Tapi no claim bonus secara syariah tidak halal karena sistemnya adalah konvensional dimana didalamnya masih ada gharar, maisyir dan riba. Sedangkan yang ‘bagi hasil’ karena sistemnya pake syariah maka dia halal.

Kalau saya boleh kasih ilustrasi, kira-kira yang no claim bonus itu identik dengan ayam goreng yang dipelintir (tidak di potong pake bismillah) maka haram, sedangkan ‘bagi hasil’ di syariah adalah ayam goreng yang dipotong pake bismillah maka halal. Rasanya memang bisa sama, tapi prosesnya yang berbeda