Peluang Asuransi Syariah Masih Besar

JAKARTA–Perbankan syariah masih menjadi hal yang dominan di Indonesia.Hal ini karena permintaan terhadap perbankan syarih besar dan didukung oleh suplai yang besar. ”Semakin besar perbankan syariah maka asuransi syariah juga akan semakin besar,” kata Kepala Departemen Syariah PT Bumiputera Muda 1967 Asuransi Umum, Fahmi Basyah, saat Seminar Asuransi Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (25/11).

Dijelaskan Fahmi bahwa perbankan syariah masih menguasai lebih dari 90% pasar syariah di Indonesia. Sedangkan asuransi syariah baru memiliki market share dibawah 5%. Sementara dalam data Departemen Keuangan periode 2007-2008,pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia relatif kecil dibanding asuransi konvensional. Untuk asuransi jiwa syariah besar aset di 2008 hanya 1,18% senilai Rp 1,2 triliun sedangkan sisanya asuransi jiwa non syariah 98,82%. Untuk asuransi kerugian syariah di 2008 hanya beraset 1,99% senilai Rp 683 miliar dari jumlah total aset asuransi kerugian.

Melihat data tersebut Fahmi menjelaskan masih rendahnya market share asuransi syariah ini justru peluang bagi pengembangannya karena pasar belum tergarap optimal. Dan di sisi lain Indonesia adalah salah satu dari lima negara pasar potensial asuransi syariah. ”Sampai Maret 2009 data Swiss Re mengatakan penetrasi asuransi syariah lebih dari 2% dibanding GDP per capitanya hanya 104 dolar AS,” kata dia.

Dibanding tiga negara lainnya meliputi Arab Saudi, Bahrain, dan UAE yang merupakan pasar potensial asuransi syariah dengan GDP per capitanya lebih tinggi, kata Fahmi, Indonesia menunjukkan penetrasi yang baik. Peluang pengembangan asuransi syariah,lanjut Fahmi, dalam enam tahun mendatang diprediksi bisa lebih baik. ”Meskipun kemungkinan masih dibawah 10% tapi potensinya bisa dikembangkan pada tahun 2010,” kata dia.

Tapi peluang ini harus juga didukung diantarnya oleh regulasi, standarisasi dan kesiapan untuk bersaing dengan pasar. ”Bisnis asuransi syariah harus berani untuk melakukan penanaman produk kepada pasar dengan dana yang tidak kecil,” kata Kepala Syariah PT AIA Finansial, Srikandi Utami di acara sama.

Dan bisnis asuransi pun jelas Srikandi harus bisa bermain di dua kelompok pasar nasabah meliputi pasar nasabah realistis yang porsinya 61% dari nasabah asuransi dan pasar loyalis asuransi konvensional yang porsinya 24%. ”Karena jika hanya membidik pasar loyalis syariah perkembangannya akan lambat karena hany 16%,” tutur dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: